Selasa, 25 Oktober 2011

Suzuki Thunder Cafe Racer


Sebuah situs blog di dunia maya membuat banyak orang penasaran akan hasil karyanya. Ragam foto pada bagian galery makin membuat penasaran. Pada halaman thekatros.blogspot.com tertera nomor yang dapat dihubungi maupun alamat email. Pembicaraan pun mulai intens hingga tukar pendapat pun terjadi.
Kurang lebih seperti itu, awal mulanya Suzuki Thunder 125 milik Erlangga yang warga Bintaro ini jadi merujuk pada aliran café racer.
Thekatros Garage yang punya garapan, dari segi struktur motor kondisi standar terlihat tidak banyak yang diubah. “Tangki tetap standar, gue cuma merombak buntut dan penyesuaian pada bagian rangka belakang saja,” terang Andi Akbar sang punggawa.
Meski terkesan simpel, bukan berarti Akbar tidak menggarapnya secara serius. Terutama untuk urusan rangka, aslinya sasis bagian belakang naik. Agar buntut tawon dapat sempurna di posisinya, rangka harus diubah menjadi lurus ke belakang. ”Dari dudukan sok ke belakang dipotong, diganti pipa besi sepanjang 30 cm,” kata pemilik workshop dibilangan Jl. Tanah Kusir II, Jak-Sel.
Kelar urusan sasis, desain body pada buritan yang mengacu asal motor Eropa ini dibuat dengan bahan pelat galvanis 0,8mm. Umumnya buntut model begitu, jok hanya menyisakan untuk satu pantat. Tapi tidak pada motor ini, sang pemilik mau agar motornya dapat dipakai berboncengan. Sedikit putar otak, Akbar membuat tambahan jok belakang yang dikamuflase dengan sistem knock down. “Buntut yang sudah jadi dirombak ulang dengan cara dibelah dan dibuatkan jok tambahan,” tutup Akbar. 
Sekarang tampilan motor sudah mirip dengan yang di blog.
Tips & Trick
STOP LAMP
Aliran café racer paling menonjol adalah bagian buntutnya, bentuk yang sudah ciamik tidak perlu dijejali dengan peranti lain, namun bagaimana soal stop lamp. Tanpa mengurangi sisi keselamatan sebagai penanda, Akbar tetap melengkapi lampu rem yang memiliki dimensi kecil dengan mengandalkan lampu LED (Light Emitting Diode). “Biayanya murah, tidak makan tempat dan daya tahannya lama.”
Data Spesifikasi :
Ban Depan : Bridgestone Battlax BT 45 100/80
Ban Belakang : Bridgestone Battlax BT 45 130/70
Pelek Depan : Champ 2.50 x 17
Pelek Belakang : Champ 3.50 x 17
Teromol Depan : Suzuki Smash
Teromol Belakang  : Yamaha RX-King
Cakram Depan : Amazone
Cakram Belakang : Suzuki Satria 120 R
Setang : Kawasaki Ninja 150
Footstep Depan : RDR Thailand
Footstep Belakang : Suzuki Satria FU
Sok Belakang  : YSS Hammer Series
Painting : FIM 1
Spakbor Depan : Handmade Thekatros
Knalpot : Handmade Thekatros

3 komentar:

  1. harga jok belakang itu berkisar berapa bro?

    BalasHapus
  2. Itu.. Anuu... Gan.... Minta gambar yg lebih detail dong, yg hornet nya, yg bisa buka tutup. Itu dibikin model pengait apa pake baut? Apa bgimana gan... Pingen bikin yg begituan juga, biar bisa boncengan cafe racer nya...hehehe

    BalasHapus