Tampilkan postingan dengan label Fighterr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fighterr. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2011

Yamaha vixion '09 boyolali:Deep wrath fighter


Full Taste... Dua kata itulah yang bisa diucap saat pelototi sosok Yamaha Vixion keluaran tahun 2009 bergaya fighter hasil garapan Scumb Rotted Blood Solo ini. Tak perlu pernik limbah moge yang identik dengan cost yang mahal, Djarot sang punggawa
Yamaha Vixion '09 Boyolali : DEEP WRATH FIGHTERdari rumah modif yang berlokasi di Trowangsan RT07/I, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Solo ini pun kreasikan berbagai perangkat handmade agar hasil akhir dari kuda besi milik Agus Widodo ini makin mantap ditunggangi. | dnr
KAKI-KAKI
Salah satu solusi tepat untuk me-make over kaki depan biar terlihat gambot cukup dengan menebus selonjor sokbeker depan Yamaha Byson. Menuju ke dua sektor T atas dan bawah, modifikator berambut gondrong ini pun aplikasi plat besi custom agar selaras dengan karakter gahar sosok fighter.

Paling ekstrim di kaki belakang dimana doi cukup bermodalkan pipa tubular seamless berdiameter 3/4" yang dirangkai sedemikian rupa guna menjadi swingarm. "Selain estetika aku juga hitung kekuatan dan kenyamannya", bilang Djarot. "Yang jelas untuk kuda besi gede kayak gini untuk jarak sumbu roda juga aku atur menjadi 180 cm, kira-kira lebih panjang 20 cm dari orsi pabrikan," imbuhnya.

BODY WORKMasuk ke sektor body work, permainan handmade dengan bahan plat galvanis 0,7 mm dimulai dari sektor tangki yang sengaja dibikin penuh dengan kontur lekukan. Gaya 'wide body' pada tangki ini lantas diharmonisasikan dengan delta box original yang juga ikutan diperlebar.

Meski adopsi gaya fighter, sektor buritan masih dibikin double seater. "Yang punya masih demen dengan gaya fighter klasik dengan boncenger," kekeh Djarot. Spatbor custom di belakang ini juga mengacu pada referensi moge Eropa yang kebanyakan posisinya cenderung 'extended' ke belakang.

Demikian juga pada spatbor depan karakter lekukan tribal kuat kentara di sektor ini. Aksen 3D dengan 'jeglokan' diatasnya membawa aura seni tersendiri. Seperti juga pada headlamp berkarakter robot ala transformer yang di kedua matanya dijejali dengan dua biji foglamp mobil.

ASESORISTak terlalu ribet dalam mengusung asesoris. Bergaya minim semi outlaw menjadi dasar pernik asesorisnya. Istilah outlaw disini dapat dilihat pada detail baut L yang tertanam pada T stang atas dan bawah yang sengaja dibikin nongol alias diluar pakemnya. Tak hanya disitu, riser stang handmade juga tak lumrahnya dipasang dengan menghadap ke depan. Namun demikian unsur safety riding tetap utama dimana memasang sepasang spion Rizoma yang ditempel pada dua ujung stang.

SPEK MODIF:SOKBEKER DPN: Yamaha Byson, CAKRAM DPN: Nissin, CAKRAM BLK: Yamaha RX King, SWINGARM: Handmade Pipa 3/4", PELEK DPN/BLK: Power 3.00-17 / 4.50-17, BAN DPN: Swallow 120/70-17, BAN BLK: Battlax 160/60-17, BODY WORK: Handmade Galvanis 0,7 mm, STANG: Handmade Pipa 3/4", SPION: Rizoma, HANDLE REM: Ymax, CAT/CLEAR: Blinken, MODIFIKATOR: Scumb Rotted Blood. Trowangsan RT07/I, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Solo (0838 6640 8328 / 0271-207 9208)

Supra x 125 denpasar ,SUPRA TECHNO TRANSFOMER

Beneran keluarkan jurus pamungkas, Agus Umbara, big boss Kanya Planet Customized Badung Bali terjun all out di ajang HOCS Series Bali kali ini. Salah satu buktinya nampak di sosok Supra X techno transformer stylenya. tim
GENRE BEBEK CUSTOMSepintas sosoknya kental dengan nuansa ekstrim, namun kepiawaian teknik mengkonsepnya mampu menjadikannya sosok bebek angker ini bergendre bebek custom. “Iya nih, aku hanya butuh penyesuaian dengan penggantian total sub frame tanpa harus merusak m
Supra X125 Denpasar: SUPRA TECHNO TRANSFORMER
ain framenya” bilang si Umar Bakrie keren ini. Soal realisasinya, doi diback up cak Paidi from Rumah Modif Paidi Batu, Jatim.ongkrak

KONSEP BEBEK FIGHTERNggak neko-neko, sebenarnya Umbara pengen mengusung tema modif yang saat ini lagi digandrungi banyak hypercrea khususnya Jawa. Namun harus tampil beda, “Karenanya aku pilih aja basis bebek Supra X 125 dengan konsep fighter,” imbuh ayahanda Kanya yang terobsesi saa sosok futuristic.

KAKI-KAKI CUSTOM MADEMenekan budget sekaligus mendongkrak tingkat kesulitan, kaki-kaki dibikin dewe. Menggunakan bahan velg bekas yang disamtukan plat 8 mm membentuk palang. “Setelah dilebur Lantas palang tipis ini aku bikin berwujud tiga dimensi dengan leburan fiber,” imbuh Paidi memasang pula piranti multi ciet cakram.   

MUSCULAR STYLEDongkrak efek muscular, swing arm dibikin ulang memanjang dari bahan pipa tubular tiga perempat dim. Bentuknya semi banana custom berpilar dobel mirip swing arm chopper. Lanjut lagi, sub frame dipenggal total dan diulang konstruksinya juga memanfaatkan pipa tubular hasil roll yang dijentar bersambungan las asetelin.

TRANSFER GEAR MECANISMTerbentur aplikasi linkar karet ban buritan profil 190, jelaslah harus dilakukan penyesuaian akan out put putaran unit penggeraknya. Tidaklah ribet, cukup menggeser posisi gera sproker depan dengan dibuatkan selongosong pipa bergerigi dalam dimana posisi luarnya disatukan bareng gear sprocket depan. “Ngikut penyesuaian pula, lingkar ban depan profil  120-nya aku kondisikan dengan pelebaran unit clamp forknya aja,” tambah Paidi.

FULL BODY FIBER 3DPaling eksotis, all out body work dibuat dari bahan serat fiber. Konsepnya jelas mengusung konteks fighter style, namun dirilis dengan desain 3D kental bergaris body tajam. “Nggak ada namanya matras permanent coz total direalisasi cak Paidi buat dari matras kertas, so special edition cuy,” bangga Umbara, sang konseptor sosok totalnya.

FINISHING BMW MOTTORAD STYLEBosan dengan finishing monoton, Umbara puny aide menarik dimana doi mengusung finishing warna bertema warna motor BMW konsep yang selama ini didominasi warna putih, silver ‘n biru. Hasilnya, roh futuristiknya makin diwujudkan sempurna.

SPEK MODIF:BAN : Battlax, VELG : Custom, KALIPER SET : Brembo, DISC : Racing One, FOOT REST : Custom Bungbon, HEAD LAMP : Double Projector, CKONSEPTOR & DESAINER :  Kanya Planet Customized, Jl.Pendet gg.Gunung Agung no.3 BR Latusari Abiasemal Badung Bali by Agus Umbara (08179728159), REALISATOR : Rumah Modif Paidi, Gg. Saminto no.11, Beji Batu by cak Paidi (085649708952)

Selasa, 25 Oktober 2011

Modifikasi Honda Tiger Revo


tiger-revo-supermoto
SUPERMOTO STYLE
Bukan hal yang sulit membuat Honda Tiger tampil gagah. Dengan basisnya yang sudah sporty, mengubah tampangnya jadi penggaruk aspal sangat mudah. So nggak perlu mengubah cover bodi dan lampu cukup tinggal tambahkan bagian pendukungnya. Seperti sepatbor depan yang dipasang bareng lampu dobel beamnya. Ubahan paling banyak pastilah pada kaki-kakinya dengan part limbah moge agar terlihat jangkung.
KAKI LIMBAH MOGE Rp 9-15 juta
SPATBOR TRAIL Rp 1,5 juta
HANDGUARD Rp 500 ribu
OIL COOLER Rp 2 juta
ONGKOS PASANG Rp 4 juta
tiger-revo-celub-abis1
CEPER STYLE
Wajah Honda Tiger Revo bisa juga dibikin gaul gaya anak ceper. Dengan asesoris yang ada dipasar variasi, gaya Tiger Revo bisa cakep juga. Cocok buat yang suka ubahan minimalis. Tanpa ubah banyak di cover bodi, hanya jok saja yang ditipisin. Selebihnya kaki-kaki diganti produk variasi.
PELEK SPRINT RP 700 ribu
BAN SLICK SWALLOW Rp 400 ribu
SOK UPSIDE DOWN Rp 3,9juta
DOBEL CAKRAM Rp 400 ribu
MONOSOK Rp 450 ribu
SWINGARM POSH Rp 500 ribu
KALIPER BREMBO Rp 450/3 buah
KROM Rp 1,5 juta
ONGKOS PASANG Rp 600-1 juta

YAMAHA BYSON


YAMAHA BYSON

BIG BIKE
Kaki-kaki moge memang paling tepat buat menghias wajah Byson. Bentuk bodinya yang mendukung cukup mudah buat mengubahnya tampil makin agresife. Batok lampu ubah makin sipit dengan tambahan visor agar makin nampak sipit.

MOTHAI LOOK
Mau tampil gaul, mudah banget buat Byson. Pelek dengan ban ceking apik dipadukan tromol cakram Ninja yang besar atau punya Buel namun dipasang pada model jeruji. Dengan pelek jari-jari tampilan atas makin tampak kekar.

HYPERMOTO STYLE
Lekuk dinamis ekor dan tangki tepat dengan balutan kaki jangkung. Ubahannya lumayan banyak dengan mengusung kaki-kaki moge dengan karet ban aspal. Agar makin tepat diajak bermanuver rangka tubular mesti ditambah.

EXTREME STYLE
Sebanding dengan MegPro yang enteng banget diubah maksimal. Mau motor dengan tampilan bak motor konsep, Byson paling cakep diubah extreme. Dengan kaki-kaki single sisi belakang dan tambahan radiator besar didepan sosok mesin dan bodi Byson sudah nampak berotot.

Tampilan Dan Tenaga Yamaha Byson


MotoBike - Bicara soal tampang, Yamaha Byson bisa dibilang keren banget. Gimana enggak, dari pabriknya sudah dibekali bodi kekar dan kaki-kaki besar bak moge sungguhan. Ibarat kata, hasrat konsumen pada motor berbodi besar telah dipenuhi pabrikan.

Tapi sayangnya penampilan tersebut enggak didukung performa mesin mumpuni. Itulah yang dikeluhkan Robby Usman, salah satu penunggang Yamaha Byson asal Jakarta. “Bodi sama kaki-kaki sih udah oke, tapi mesinnya itu kaya kurang tenaga,”katanya. Makanya oprek mesin rasanya harus dilakukan.
Motor pun digiring menuju Gito Motorsport dibilangan Tebet, Jakarta Selatan. Sesuai keinginannya yang ingin performa mesin lebih hebat, maka sang empunya bengkel langsung paham maksud konsumennya. Motor pun harus rela diopname selama seminggu.
Memperbesar kapasitas ruang bakar jadi langkah pertama mendongkrak performa. Caranya dengan menggusur piston standar Yamaha Byson dan diganti piston tiger berdiameter 63,5 mm. Proses instalasi piston milik macan enggak terlalu sulit karena diameter pen pistonnya sama, yakni 15 mm. Jika dihitung dengan rumus volume silinder maka hasilnya jadi 183 cc. Lumayan.
Berikutnya yang terkena sentuhan adalah noken as yang dibubut. ”Gue ga tau tuh berapa derajat pastinya, pokoknya hasilnya motor jadi kenceng aja,” kata Robby diikuti senyuman. “Terus blok mesin sama head juga dipapas, total 1,5 mm untuk naikin kompresinya,”tambah Robby lagi.
Mesin sudah oke tapi kalau sistem pengabutan masih bawaan pabrik maka akan kurang maksimal. Makanya Karbu Keihin PE 28 diaplikasi untuk menggantikan karbu aslinya yang pakai jenis vakum.
Enggak ketinggalan CDI Racing pakai BRT Dualband. “CDInya juga pakai punya Jupiter MX karena waktu itu belum ada khusus untuk Byson. Jadi tinggal merubah susunan kabel disoket CDI aja,” ujar pria berbadan gempal ini. Saluran gas buang juga diganti dengan model custom berlapis krom.
Selesai oprek mesin, biar tampilan kelihatan lebih garang, motor dilaburi dengan cat merah dengan corak berwarna putih. Pelek standar yang berwarna hitam juga diberi warna emas supaya ada sedikit unsur mewahnya.
Setelah rela menunggu, Robby cukup puas dengan performa motornya sekarang. Top speed motor sanggup menyentuh angka 135-140 km/jam. “Enggak tau spidometernya yang ngaco atau emang benar lari segitu ya,” ujarnya heran.
Lah, gimana sih?!


Data Modifikasi:
Ban depan-belakang : Battlax BT45 110/70-17 & 130/70-17
Karburator : Keihin PE 28
Knalpot  : Custom
Noken as : Custom
CDI  : BRT Dualband Yamaha Jupiter MX
Cakram belakang : Aftermarket

Modifikasi Instan Yamaha Byson


MotoBike - Berniat rombak Yamaha Byson kesayangan dengan cara instan namun tampilan makin gaya dan mempesona? Coba deh, lirik ubahan Byson milik Ferdy lansiran 2010 ini. Pasalnya pengerjaannya cuma butuh waktu seminggu. Boleh juga tuh!

“Untuk rombak bagian kaki-kaki, hanya sehari. Sedangkan rombakan bodi sekaligus pengecatan kelar 6 hari. Bodi part-nya tinggal pasang alias plug and play (PNP),” ujar warga Rawamangun, Jaktim ini.

Mau tahu lebih detail apa saja yang berubah? Yuk kita sambangi ARM Motor di Jl. Kawasan Industri Buaran I, Pasar Kaget Pulogadung, Jaktim yang menangani besutan berkapasitas ruang bakar 150 cc ini.

Rombakan awal biar tunggangan makin gagah, Dwi Hartono, mekanik ARM, aplikasi kondom arm dan sepatbor depan model Kawasaki Ninja 250. Lalu biar pengereman makin optimal sekaligus dongkrak tampilan, pasang cakram belakang aftermarket bersanding kaliper Brembo satu piston.

“Pengerjaan sektor kaki-kaki ini hanya sehari, pasalnya barangnya ready stock dan tinggal pasang. Masalah dana, habis sekitar Rp 1,5 juta, sudah termasuk kondom arm dan sepatbor depan model Kawasaki Ninja 250,” beber mekanik akrab disapa Dwell.

Urusan bodi kit, Dwell butuh waktu pengerjaan sekaligus pemasangan selama 6 hari, dikarenakan empunya besutan minta warna lain dari stok yang ada di workshop. Isi bodi kit ini; buntut model Ducati single seater, undertail, sepatbor belakang, tutup aki (kiri-kanan) dan cover engine.

“Sebenarnya bodi kit yang kita tawarkan semua ready stock dan tinggal pasang, serta sudah dicat airbrush dengan harga Rp 3,5 juta. Warnanya juga sesuai warna bodi bawaan motor. Kalau tinggal pasang saja butuh waktu sehari. Berhubung Ferdy minta cat motif lain, ya mesti nunggu kelar selama 6 hari,” yakin pria usia 22 tahun ini.

Terakhir, agar tenaga tunggangan bertambah plus untuk dongkrak tampilan, mekanik pengalaman 2 tahun ini pasang penerus gas buang model freeflow berbahan stainless. Mantaf Bro! Banar (bhandhes_79@yahoo.co.id)

Data Modifikasi:

Cakram belakang: Aftermarket

Kaliper belakang: Brembo 1 piston

Kondom arm: Custom (ala Ninja 250)

Sepatbor dpn/blkg: Custom

Buritan: Single seater ala Ducati

Windshield: Custom

Setang: Renthal

Cover engine: Custom

Tutup aki: Custom (karbon)

Knalpot: Stainless

Cat: Spies Hecker

Yamaha V-Ixion 2008 Patah Hati


MotoBike - Biasanya kalo sedang putus cinta atau patah hati, kebanyakan suka melakukan hal negatif. Entah itu mabuk-mabukan, berantem, marah-marah dan sebagainya. Wah, jangan kayak gitu ya, Bro! Amit-amit, deh!

Mending tiru Ruri. “Daripada gak keruan, saya lampiaskan dengan cara memodifikasi motor sendiri. Selain ada kebanggaan tersendiri, juga bisa mengobati patah hati. Hehe…,” curhat Ruri, pemilik Yamaha V-Ixion keluaran 2008 yang Anda saksikan di halaman ini.

Makanya, ia memilih menyambangi Phoenix Custom (PC) di Jl. Raya Bekasi Timur No.2, Cipinang, Jaktim untuk mengubah tampang asli keluaran 2008 tersebut.

“Konsep awal yang dipilih pemiliknya, pengennya model full fairing ala Yamaha R6. Tapi pas melihat tampilan Suzuki GSX-R 750, dia malah naksir. Karena kelihatan lebih macho,” jelas Windriyanto, sang modifikator PC.

Curhat pertama, pria kelahiran Madiun, Jateng ini mau bagian kaki-kakinya terlihat kekar. Tapi pakai produk lokalan aja. Merealisasikannya, tapak ban depan oleh Windriyanto dijejali produk IRC tipe Road Winner ukuran 110/70-17 nempel di pelek RG-V yang lebarnya 2,5 inci.

Sedangkan sektor belakang, juga pakai ban dan pelek dari brand yang sama. Hanya saja ukuran berbeda, yakni pakai IRC 130/70-17 ditemani pelek 3,5 inci. Namun, untuk kedua suspensi masih dipercaya pakai asli pabrikan. Cuma, pada swing arm ditambahkan kondom arm model Honda CBR 600 biar kelihatan gede.

Baru deh bodi 'dijahit' dengan desain ala moge sport Suzuki tadi (GSX-R 750) dari bahan fiberglass. “Mulai dari depan hingga buntut,” lanjut modifikator ramah ini.

Pada fairing asli moge Suzuki tersebut, hanya menggunakan satu lampu utama. Nah biar beda, pada cover bodi bikinannya itu, Windriyanto meng-custom head lamp-nya pakai lampu depan Honda Vario CBS Techno, yang kemudian dipadu stoplamp sabit Honda Grand pada bagian buritan.

Selanjutnya di atas lampu utama ditambahkan windshield dari Kawasaki Ninja 150RR. Setelah itu, tempat penampungan BBM ditutupi kondom tangki, guna menyesuaikan perubahan dari konsep yang diaplikasi serta biar terlihat lebih padat. “Trus karena jomblo alias gak ada pacar, jok dibikin single seater,” tutupnya yang pasang footstep underbone Yoshimura.

Bagaimana para wanita?
Data Spesifikasi :

Ban depan-belakang    : IRC Road Winner, 110/70-17 & 130/70-17

Pelek depan-belakang    : RG-V 2,5 inci & 3,5 inci

Fairing    : Suzuki GSX 750 custom PC

Tangki    : Suzuki GSX 750 custom PC

Buntut    : Suzuki GSX 750 custom PC

Head lamp    : Honda Vario Techno

Stop lamp    : Honda Grand

Footstep    : Yoshimura

Swing arm    : Kondom CBR 600 custom PC

Cakram belakang    : Suzuki Satria 120R

Yamaha V-ixion 2007 Spesial Karya Berkat Motor, ciledug


MotoBike - Merombak tunggangan untuk bisa tampil menarik, enggak harus ekstrem. Bagi rider, yang mengutamakan kenyamanan dan keorisinalan besutan, hal ini jadi pertimbangan utama. Baguslah kalau begitu!

Sebagai bukti, tengok Yamaha V-Ixion lansiran 2007 milik Harwin, warga Legok, Tangerang yang hadir di edisi khusus ultah OTOMOTIF ke-20 ini. Meski ubahannya enggak banyak serta part yang diaplikasi bukan barang branded, namun bisa menyiratkan aura sporti yang berbeda.

“Banyak sih, yang rombak tunggangannya dengan ganti beragam part. Namun urusan kenyamanan dan safety, sering tidak diperhatikan. Misal sudut belok setang terlalu pendek, sehingga saat mau putar balik cukup merepotkan. Tak jarang bobot tunggangan makin berat. Efeknya saat didorong mau parkir di rumah maupun suatu tempat, butuh tenaga ekstra,” beber pria 30 tahun ini.

Masih ujarnya. “Kalau saya sih, intinya tampilan makin gagah dan menarik, namun bawaan pabrik masih dipertahankan. Selain kenyamanannya masih terjaga, saat ditunggangi sehari-hari tetap enak. Sehingga tetap aman.” Mantaf Bro!

Mau tahu detail ubahannya apa saja? Yuk, sambangi lansung ke gerai Berkat Motor (BM) di Jl. Ciledug Raya No. 1 A, Kreo, Tangerang yang menangani tunggangan berkapasitas ruang bakar 150 cc selama 2 minggu ini.

Ubahan utama agar besutan makin gagah, yakni pada sektor kaki-kaki. Lantaran empunya besutan tak mau sektor kaki-kakinya dirombak total, Rudi Gunawan, penggawang BM, aplikasi pelek lebar Enkei 2,15 X 17 (depan) dan 2,75 X 17 (belakang). Kemudian keduanya dibalut ban Battlax BT 45 100/80-17 di sektor depan dan BT 45 120/80-17 pada bagian belakangnya.

“Lalu untuk memperkuat kesan kekar, swing arm orisinal saya pasangin kondom arm karbon. Trus pengereman belakang dibikin tambah pakem dengan mengaplikasi cakram belakang aftermarket. Selain dongkrak kinerja rem, tujuannya juga sekaligus untuk dongkrak tampilan,” bebernya.

Selanjutnya beralih ke bagian bodi. Sesuai order Harwin, sektor depan di pasang fairing berbahan fiber ala Yamaha FZ-1. “Biar kesannya sportinya makin kental, saya mengadopsi lampu Honda Vario yang diracik ulang. Kebetulan fairing ini sudah ada dan tinggal pasang, jadi pengerjaannya lebih cepat,” imbuh Rudy.

Kemudian untuk menyelaraskan tampilan belakang dengan depan, modifikator yang doyan humor ini pasang buntut custom model double seater bergaya Yamaha R-6. Sedangkan stoplamp hasil comotan Kawasaki Blitz.

“Sengaja dibikin ramping dan tidak terlalu melar, karena menyesuaikan tangki orsisinalnya yang sudah mengusung model sporti serta menyesuaikan rangka,” tambah bapak 2 anak ini.

Terakhir, Rudy memberi sentuhan cat kuning dengan beberapa goresan hitam, berbahan cat Spies Hecker. “Jadi deh, besutan makin macho namun tetap nyaman dikendarai. Enggak ekstrem? Karena saya cuma berjaga-jaga dan antisipasi saja dari hal-hal yang tak terduga,” tutup Harwin..
Data Spesifikasi

Pelek dpn/blkg : Enkei 2,15 X 17 / 2,75 X 17

Ban dpn/blkg : Battlax 45 100/80-17 / 120/80-17

Kondom swing arm : Custom (BM)

Sepatbor belakang : Dainese

Sepatbor depan : Custom

Engine guard : custom

Fairing : Yamaha FZ-1 Custom (BM)

Buritan : Yamaha R-6 Custom (BM)

Headlamp : Honda Vario

Stoplamp : Kawasaki Blitz

Cakram dpn/blg : Sun Star

Yamaha Jupiter MX Ala Motor


MotoBike - Lantaran ingin Yamaha Jupiter MX kesayangannya tampil sporti kayak di majalah yang dibacanya, Hadi Suwarno, langsung menggiring MX yang berlum lama dibelinya ke rumah modifikasi Aden Modified (AM) untuk order ubahan yang sama.

“Intinya dibikin seperti gambar di majalah ini. Enggak sama persis tidak apa-apa, yang penting mirip. Modelnya juga harus serupa, seperti; buntut model single seater, fairing hingga ke belakang dan kaki-kaki tambah kekar,” pesan Hadi pada bos AM sambil bawa-bawa sebuah majalah.

Ditodong begitu, Paryono, bos AM menyanggupi. Begitu MX milik Hadi masuk, langsung dilucuti semua bodinya. Lalu dibikinkan baju baru fiberglass yang didesain bergaya ala motor batangan (sport, red).

“Baik buritan, batok lampu maupun fairing, saya bentuk kayak pacuan MotoGP. Modelnya agak lancip-lancip, yang mengesankan motor kenceng yang aerodinamis,” kekeh modifikator akrab disapa Yono.

Biar buntut ikutan streamline dan nungging, dilakukan penyesuaian. “Beberapa dudukan baut pada rangka belakang saya ratakan lewat cara digerinda, agar tak ada bagian yang nonjol. Lalu untuk membuat efek nungging, saya aplikai peninggi sok dengan ketinggian 5 cm,” yakin pria ngepos di Jl. Buncit Raya No. 57A, Jaksel.

Kelar oprek bagian bodi, pria yang baru buka rumah modif setahun lalu ini melanjutkan garap sektor kaki-kaki. “Agar terkesan makin gambot serta matching dengan bentuk bodi, saya aplikasi pelek aftermarket dengan profil lebih lebar. 2,5 inci pada bagaian belakang dan 1,85 di sektor depan,” imbuh pria usia 31 tahun ini.

Kedua pelek lalu dibalut ban Corsa 120/70-17 (belakang) dan ban IRC 80/90-17 (depan). “Oh ya supaya swing arm tampak kekar, saya bungkus kondom arm custom,” tukas  bapak 1 anak ini.

Mantap Bro! Tapi ada yang sedikit kurang nih, fairing bawah mesin terlalu besar, sehingga terkesan kedodoran. But it’s Oke!
Data Spesifikasi

Bodi : Custom (fiber)

Cakram depan : aftermarket

Cakram belakang : aftermarket (Ride It)
Knalpot : Yoshimura

Footstep : NUI

Stoplamp : LED
Sein : aftermarket LED

Yamaha Byson 2010 Up Grade 225 cc


MotoBike - Bore-up Yamaha Byson sampai 200 cc sudah biasa, banyak yang bikin. Makanya Putu Putra Sadana, SIK, MHum, MM, ingin yang luar biasa, hingga 225 cc! Wuih mantap banget Bos. Pria yang menjabat sebagai Komisaris Polisi (Kompol) di Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri ini memang selalu ingin tampil beda dari yang lain.

Seperti apa ubahan terbaru di motor milik pria yang biasa disapa Bang Putu  yang juga tergabung dalam Byonic (Byson Yamaha Owner Indonesia Club) ini? Oh iya bore-up yang diserahkan pada Romi Rozet dari bengkel Nesco di Jl. H. Asmawi No. 65, Beji, Depok, Jabar.
“Pakai piston Yamaha Scorpio,” terang Abi Redblack, nama tenar Romi. Yang sudah-sudah hanya pakai piston Honda Tiger (63,5 mm). Jika dihitung pakai rumus volume, maka dengan piston 70 mm (standar Scorpio) dan stroke standar (57,9 mm), diperoleh angka 222,7 cc atau dibulatkan 225 cc.

Nah, menancapkan piston yang lebih besar 12 mm dari standarnya Byson (58 mm) tentu tak mudah. Langkah pertama boring standar dilepas, ganti lebih besar dengan yang berdiameter luar 74 mm, asumsinya saat piston terpasang tebal boring masih sisa 2 mm, artinya masih kuat untuk harian maupun turing. Mulut crank case tak mengalami ubahan, karena memang sudah besar.

Selanjutnya agar piston bisa bergerak naik-turun di silinder secara aman, bibir atas dipapas 2,5 mm dan sekalian dibikin jenong. Karena saat dibandingkan dengan dipasang pen pistonnya, bawaan Byson lebih tinggi 2,5 mm. Kalau dibiarkan, tentu bakal mentok cylinder head.

Selanjutnya bagian pantat piston dipapas rata, agar tak membentur kruk as saat di TMB. Keuntungan dari pemapasan tersebut, bobot piston jadi berkurang. Sehingga putaran mesin bisa lebih enteng.

Bagian piston belum usai. Lantaran beda ukuran pen (Byson 15 mm, Scorpio 16 mm), maka mesti diakali dengan teknik ngebos. Gabungan antara pen Byson dan Scorpio, “Semua pakai part asli biar kuat,” lanjut pria yang di Nesco menjabat sebagai kepala bengkel ini.

Caranya, mula-mula pen Byson dibubut bagian luarnya sebanyak 0,5 mm. Sehingga membuat diameter luarnya menciut jadi 14 mm. Lalu pada pen Scorpio dibubut bagian dalamnya sehingga menyisakan ketebalan 1 mm. "Gak boleh kurang dari 1 mm, karena rawan pecah," tambah  Romi. Selanjutnya, tinggal masukkan deh pen piston Byson ke dalam pen piston Scorpio yang sudah ditipisin jadi 1 mm tadi.
    
Pekerjaan berikutnya terkonsentrasi pada cylinder head. Squish dibubut sesuai diameter piston. Sudutnya dibikin jadi 10º. Kemudian klep dibesarkan jadi 31 dan 25 mm. “Pakai klep EE,” sambar mekanik yang jadi anggota SRC (Scorpio Rider Community).

Namun biar gak tabrakan saat overlap, seating klep mesti dibikin lebih mendam. Asyiknya, "Tak perlu ubah sudut klep saat pakai klep lebar itu. Karena konstruksi dudukan klep Byson model silang mirip Honda Karisma," jelasnya.

Trus, pasokan bensin dan udara yang masuk ke ruang bakar dibuat makin melimpah dengan kuncian pada olahan kem. Lift dibikin tinggi. Di mana standarnya hanya 6,1 mm, setelah pucuk kem ditambal lalu dibubut ulang,  kini klep mampu terangkat sampai 7,5 mm. Walah.. jadi tinggi banget ya. Sedang per klep Abi masih percaya pada bawaan pabrik.

Gimana dengan pengabut bahan bakarnya? Kalau dilihat sekilas sih, sepertinya standar masih model vakum. Eits.. jangan salah, ternyata sudah ganti milik Scorpio. Pemasangan plek di intake manifold standar, lalu corong karbu diberi semacam pengarah agar pengabutan lebih baik. Wuih.. Pertamax Plus mengalir deras dong!

Giliran komponen pelepas gas buang dipasrahkan pada silencer Jelkevic berbahan karbon. Lehernya tentu saja custom dari bahan stainless steel, karena khusus Byson belum ada. Suaranya yang keluar terdengar cukup lembut lo. Brum-brum...!

Terakhir pengatur pengapian dipercayakan CDI programmable bikinan Cheetah Power (CP), yang bisa diatur dalam 2 pilihan map."Tinggal pilih mana yang paling enak," tandas mekanik berbadan irit ini. Maksudnya disediakan dua versi, mau pilih enak untuk harian atau turing.

Mantap!
Perbesar Kaki-Kaki

Tak hanya performa yang di-upgrade oleh Bang Putu, bodi dan kaki-kaki pun mengalami ubahan. Pertama kaki-kaki diperkekar, swing arm standar digusur limbah Suzuki GSX-750 yang memang terlihat lebih macho. Nah di tengahnya bertengger pelek lokal dengan lebar 4,5 inci, 1 inci lebih lebar dibanding standar.

Selanjutnya pengereman di-upgrade jadi cakram, piringan andalkan Zox yang bibirnya bergelombang, kaliper cukup Nissin. Untuk depan pelek pun lebih lebar (3 inci), cakramnya juga model bergelombang bikinan Zox. Makin mantap dengan kaliper 4 piston dari Brembo.

Gimana dengan bodi? Sektor belakang dirombak ala buntut Ninja 250R, pipih dan lebar dan jadi double seater. Lanjut ke depan, shroud-nya didesain ulang mirip milik V-Ixion. Hanya saja lebih panjang ke bawah. Untuk air scoop modelnya bersusun. “Gabungan dari beberapa desain, disatukan cari yang serasi,” papar Bang Putu.

Finishing keseluruhan dicat kuning, dan diberi stiker kombinasi hitam dan karbon di sepatbor depan, sayap dan tangki. Pengerjaan bagian ini diserahkan pada Evnu Prastowo, dari Thole Motor di Kemayoran, Jakpus.

Supermoto Pertama Yamaha Byson 2010


MotoBike - Awalnya Priatmana Dwijatnika cukup puas putar-putar kota Medan dengan tampilan standar Yamaha Byson miliknya. Tapi semua berubah setelah jumpa dengan anak klub Setang Lebar. Riet, panggilan karibnya malah ditawari bergabung jadi anggota Setang Lebar Brotherhood (SLB). Klub ini isinya para pembesut motor jenis supermoto.

Setelah join di klub itu, Riet jadi sering tukar pikiran dengan Muhammad Andri Farizki alias Boy, ketua umum SLB sekaligus pemilik bengkel Supermotocorner. ”Sharing hampir 4 bulan, akhirnya sepakat mengubah motorku bergaya Supermotard. Buat acuan modifikasinya mengambil konsep Ducati Monster. Tapi enggak 100% dicontoh,” ujar mahasiswa jurusan pertanian ini.

Akhirnya si Byson pun nangkring di Supermotocorner. Proses ubahan kemudian dimulai. ”Karena pasang tubular paling sulit, makanya dikerjain duluan. Sempat gagal 2 kali nih gara-gara salah bentuk dan nyangkut semua karena kebesaran dimensi. Baru yang  ketiga sukses, bahan yang dipakai seamless 3 inci,” kekeh Boy sang modifikator.

Nah, supaya bisa terpasang, dudukan airscoop bawaan motornya digunakan untuk pegangan bagian depannya. "Total 17 hari hanya untuk mengerjakan tubular," tambah pria murah senyum ini.

kelar itu, ubahan dilanjutkan ke sektor kaki-kaki. Untuk membuat jangkung tongkrongannya, dibuatkan dudukan baru di bagian atas sokbeker belakang. Bentuknya letter U di-custom dari pelat besi ukuran 1 mm. ”Pakai model knockdown. Jadi kalau mau dibalikin standar lagi, enggak repot,” jelas pria berjenggot tersebut.

Biar makin yahud dengan konsep Supermotard, sepatbor KLX 150 dicomot. Supaya pas saat dipasang, dibuatkan pelat untuk dudukan yang disesuaikan pada lubang aslinya. Enggak ketinggalan karet pelapis pelek dilebarin supaya tambah gagah, di depan pakai Swallow 120/70/17 sedangkan di buritan 160/60/17.

”Model macam gini yang pertama di Medan lo, jadi makin pede around-around kota Medan..!” tutup Riet yang masih punya rencana untuk memaksimalkan tampilan tunggangannya.

Horass..!.
Data Spesifikasi

Raiser setang: Two Brothers
Fatbar: Universal
Gas Spontan: Pro Taper
Handguard: Acerbiss
Cover Sok: Custom
Knalpot: Custom
Spion: Koso
Karet Sok: HDR

Modifikasi Yamaha V-ixion Cuma Dua Hari


MotoBike - Adalah Dwi Hartono, pembesut Yamaha V-ixion lansiran 2010. Tak ingin menunggu lama tunggangannya rawat inap di bengel untuk didandani, warga Buaran I, Jaktim ini cari solusi modif tunggangan cara instan melalui pemasangan bodi custom yang sifatnya tinggal plek, yakni PNP (plug and play).


“Pengerjaannya ternyata super kilat, yakni hanya 2 hari. Tapi urusan kerapian, enggak kalah dibanding dengan modifan yang membutuhkan waktu pengerjaan hingga 2-3 bulanan. Pokoknya mantap mas,” yakin pria usia 22 tahun ini.


Penasaran dengan detail ubahan tunggangan berdapur pacu 150 cc ini? Yuk, sambangi langsung gerai ARM Motor, yang menangani tunggangan Dwi ini. “Kita bukan rumah modifikasi, tapi lebih ke toko part dan aksesori yang sekaligus melayani pemasangan. Salah satunya, bodi kit Yamaha V-Ixion yang sudah terpasang di motor Dwi tersebut,” ujar Tukijan, empunya ARM.


Masih ujarnya. “Kita jualnya satu set sekalian. Bahan dasarnya fiberglass yang sudah dibalut cat airbrush motif grafis. Semua ready stock dengan berbagai corak warna dan pilihan. Jadi calon pembeli tinggal pilih, lalu kita pasangin.”


Isi bodi kit yang ditawarkan gerai bermarkas di Jl. Kawasan Industri Buaran I, Pasar Kaget Pulogadung, Jaktim ini termasuk komplet, yakni; fairing model Kawasaki Ninja RR lengkap dengan lampunya, kondom tangki model Yamaha R-1, buritan single seater ala R-1, stoplamp, undertail, kondom arm dan sepatbor depan.


“Makanya saya pilih modif instan ini, karena part-nya sudah lengkap dan tinggal pasang. Pemasangannya juga cepet, cuma sehari,” kekeh Dwi.


Nah, biar kaki-kaki lebih gambot serta matching dengan tampilan bodi yang sudah agak melar, Dwi aplikasi pelek Sprint (2,85 inci dan 3,5 inci) yang kemudian dibungkus ban Corsa 120/80-17 di bagian belakang dan 100/70-17 untuk sektor depan.


“Saya nunggu rombakan bagian kaki-kaki juga tidak lama. Sekaligus pasang cakram belakang aftermarket model Honda Tiger Revo ini, hanya butuh waktu sehari. Jadi total pengerjaan antara bodi dan kaki-kaki cuma 2 hari,” tutup Dwi.

Yamaha Byson 2011 Bergaya KTM Duke


MotoBike - Pengin bikin tampilan Yamaha Byson 150 yang udah macho makin unik? Bisa… coba deh, tiru besutan milik Anton ini. Digarap oleh Rudi Gunawan dari Berkat Motor (BM). Triknya simpel banget, cukup memermak bentuk lampu depannya. Woww..

Terlihat unik, karena Rudi mengadopsi penerang utama model halogen. “Modelnya susun (atas bawah), dijamin makin menarik karena lampu bagian atasnya dilengkapi angel eyes. Cahayanya juga lebih terang dibanding aslinya,” beber Anton yang meminang Byson edisi 2011 itu.

Okeh, biar lebih jelas, mari kita tanya Rudi. “Lampu utama ini model KTM Duke 690 versi aftermarket yang saya order dari toko aksesori langganan,” ujar Rudi Gunawan, empunya BM tanpa mendetailkan toko tempat dia belanja.

Namun agar peranti bulat yang bisa memendarkan cahaya itu bisa terpasang, sebelumnya dibikinkan batok lampu/rumahnya dari fiberglass. “Bentuknya tentu meniru desain KTM Duke 690, karena unik dan lebih macho. Tentunya dengan sedikit ubahan, menyesuaikan bentuk bodi Byson,” tambahnya.

Pemasangannya juga tinggal plek, karena dudukan bautnya sudah disesuaikan dengan dudukan baut batok lampu orisinalnya. “Masalah penyambungan kabel, tinggal menyesuaikan dengan kabel orisinal bawaan motor,” yakin pria yang ngepos di di Jl. Ciledug Raya No.1A, Kreo, Tangerang, Banten.

Nah agar tampilan muka yang sudah futuristik matching dengan bagian lain, Rudi pun perlu memberi sentuhan di beberapa bagian. Misal agar bernuansa sporti, diaplikasi single seater, deltabox, tutup aki (kiri-kanan) cover engine, bodi belakang model udertail dan cover sepatbor depan yang diracik dari fiberglass. “Pemasangannya juga tinggal PNP, kok. Kan semua ready stock. Warna sesuai dengan motor standar bawaan pabrik,” tawar bapak 2 anak ini.

Penyesuaian lain, yakni pada sektor kaki-kaki. Meski bawaan lahir sudah lebar, biar terlihat makin gagah, Rudi mengganti ban belakang dengan Bridgestone Battlax BT 45 150/70-17, sedang ban depan IRC Road Winner berdimensi 100/80-17 inci.

Terakhir, biar tunggangan makin gahar, knalpot aslinya dipensiunkan dini, lalu diganti penerus gas buang berbahan stainless model freeflow. “Sepintas mirip standar pabrik, soalnya cover knalpotnya juga masih terpasang. Tapi kalau diperhatikan, peranti ini sudah berbeda,” tutup Rudi.
Data Modifikasi :

Ban depan: IRC 100/80-17
Ban belakang: Battlax BT 45 150/70-17
Knalpot: Stainless (freeflow)
Delta box: Custom
Tutup aki: Custom (stoplamp LED)
Undertail: Custom (stoplamp LED)
Single seater: Custom
Cover saptbor depan: Custom
Cover engine: Custom

Modifikasi Kawasaki Ninja 250R Harian


MotoBike - Sebagai ketua klub tentu segan juga kalau tampil sembarangan. Apalagi punya bengkel modifikasi yang jadi rujukan anak klub. Makanya Kawasaki Ninja 250R lansiran 2010 miliknya, langsung dioperasi  demi tampil beda dari temen-temen klub dan customer bengkelnya.

Konsepnya tetap mengedepankan unsur kenyamanan untuk dipakai harian. "Harus sanggup diajak turing se-Tanah Air untuk perkenalan dengan bikers luar kota," papar Agus Wicaksono, ketua Ninja Tangerang Organization (NITRO) yang sekaligus pemilik bengkel Witjax Modizigner (WM) di Jl. Hasyim Ashari No.9, Tangerang ini. Agus, panggilan akrabnya.

Hal yang coba diangkat jadi tema, "Bikin tampang kiri dan kanan beda sebagai wujud imajinasi. Apalagi juga dipakai untuk kontes dan freestyle," tukas Agus, sapaan akrabnya. Maksudnya, grafis dibuat beda antara kiri dan kanan bodi motor. Trik ini sanggup memancing puluhan pasang mata kala motornya tersebut diikutkan dalam kontes modifikasi.

Tak cuma permainan grafis, bodi juga diubah pada beberapa bagian. Tangki dilapis kondom ala Kawasaki ZX14 yang lebih besar. Fairing di-custom sendiri dengan aksen sirip. Sementara bagian belakang, sepatbor berkonsep Kawasaki ZX6. Namun rancangan buritan dibikin ala Yamaha R6 dengan stoplamp orisinal kepunyaan R6.

Kaki-kaki tak alpa diperkekar. "Pakai swing arm ZX6 supaya bisa muat ban lebar," lanjut modifikator yang lama kuliah di Solo, Jateng ini. Kombinasinya ban Pirelli Diablo Supercorsa ukuran 180/70 yang model tapaknya semi-slick.

Kawasaki Ninja 150RR Bergaya Jaja Miharja




MotoBike - Bagi Fandy Fabriantoro, memilik tunggangan sport berlabel Kawasaki Ninja 150 RR mempunyai kebanggan tersendiri. Pasalnya, motor jenis ini tinggal gas aja langsung ngacir… Walaupun image kuda besi ini sudah terkenal dengan performanya tapi pria kelahiran 12 Februari 1978 ini masih merasa minder. Makanya dilakukan ubahan pada motor kesayangannya itu. Idenya terinspirasi pada sosok Jaja Miharja, lho kok bisa?
Lihat saja tampilan motor ini dari depan. Yups… lampu depannya sengaja dipasang hanya sebelah. Yaitu di sisi kanan saja dengan memakai lampu projector milik Mercedes Benz S class. “Headlamp-nya terinspirasi dari Jaja Miharja dengan aikon ‘apaan tuh’ sambil kedipkan sebelah mata hehe…” ungkap Fandy sambil tertawa lebar. Lalu sein depan yang terlihat imut-imut memakai punya Honda Civic yang dipasang di fairing kiri dan kanan.
Untuk bagian bodi Fandy sudah tiga kali ganti penampilan motor keluaran tahun 2007 ini. Pertama seluruh kaki dichrome dengan bodi standar, kedua buntut dicoak bergaya R1. “Sekarang ini (ketiga) modifikasi bodi dan kaki-kaki saya serahkan ke Chemonk Modified dengan konsep minimalis,” tambah pria yang gemar senyum ini.
Pengerjaan bodi diawali dengan mengkondom tangki bensin ala motor gede. Setelah itu bagian fairing ditancapkan windshield custom bergaya Honda CBR 600. Sedang bagian belakang dibiarkan modifikasi awal yang meniru model R1 tapi ditambah dengan lampu LED variasi punya Suzuki Shogun 125. Lalu sepakbor depan dan hugher belakang dibungkus dengan carbon kevlar.
Bagian kaki-kaki pun ikut diubah agar mengimbangi bagian bodi yang sudah terlihat besar. Pelek pakai merek Grimeca ukuran 2,75 inci  untuk depan, sedangkan belakang 3,5 inci. Lalu dibalut ban milik Battlax 45 berdiameter 100/70-17 ban (depan) dan BT 92 150/60-17 (belakang).
Dapur pacu juga ikut kena permak. Pergantian karburator merek Keihin PWK 28 mm yang ditemani dengan filter berlabel Koso yang pas melekat di moncong karburator. “Kalau pakai kaburator bawaan motor lubang filternya kekecilan pakai filter Koso, jadi saya ganti karbunya,” jelas Fandy.
Tidak hanya itu, agar pengapian lebih bagus untuk mengimbangi karburator, koil harus mengadopsi milik Suzuki RM 250. Urusan gas buang supaya terdengar garing bapak dua anak ini, memutuskan memakai TZ carbon untuk silencernya. Sedangkan untuk pira penyambungnya menggunakan aftermarket.
“Motor sudah keren istri jadi cemburu, motor mulu dipoles istri nih diperhatiin,” tutup Fandy sambil nyengir.
Data Spesifikasi :
Body         :Custom By Chemonk Modified
Pelek depan     :Gremica (2,75 inci)
Pelek belakang    :Gremica (3,5 inci)
Footstep         : RD Racing
Setang Jepit     : RD Racing
Das spontan     : Kitaco
Karburator     : Keihin PWK 28 mm
Lampu depan     : Proyektor Mercy S Class
Silencer Knalpot : TZ carbon
Tips & Trick
PROJECTOR MOBIL
Trend yang muncul kepermukaan saat ini adalah projector mobil dipakai untuk motor. Cahaya cukup terang dan bisa dikatakan fokus kepermukaan jalan.
Cara pemasangannya memang mebutuhkan keahlian khusus, tetapi apa salahnya untuk mengetahuinya. Kalau untuk di Motor Kawsaki Ninja 150 RR fairing racing harus dibolongkan sebesar 5 mm lalu projector ditempelkan kebagian fairing dalam menggunakan pelat.
Lalu lampu kabel projector disambungkan kebagian aki melalui soket. Harga pemasangan di Chemonk Modified Rp. 2,5 juta plus projector Mercy.