Tampilkan postingan dengan label Drag Style. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drag Style. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2011

Yamaha Jupiter-Z, Menang Karena Main Dukun?


Jupiter-Z yang digeber Dani Tilil ini sudah mengusung mesin 230cc. Disegani lawan bahkan digosipin main magic. Karena korekan Robby Krisbiyanto yang karib disapa Robby Bontot dari Bontot Jaya Motor (BJM) ini kerap menang.

Bahkan dulu dikabarkan Suzuki Shogun 110 garapan Bontot tidak ada lawan dibilang pakai jampi-jampi. Dan sekarang, begitu Jupiter-Z ini langganan menang pun dibilang lantaran Dani Tilil pakai rompi dari ‘mbah dukun’. Edan kan?

Oh iya, kapasitas silinder melonjak jadi 230cc itu didapat dengan menaikkan stroke. Agar didapat stroke yang ekstrem, harus menggunakan setang piston mesin 2-tak. Alasannya karena conecting rod 2-tak punya big end kecil.

Sehingga dengan kecilnya big end, pin kruk as bisa digeser jauh posisinya. Untuk itu menggunakan setang piston RX-Z. Posisi pin geser 6mm, otomatis kenaikan stroke jadi 12mm.

Selain naik stroke, untuk meningkatkan kapasitas silinder ditempuh dengan cara bore up. Untuk bore atau diameter piston besar, pasang piston Honda Tiger 2000 oversize 300 dengan diameter 66,5mm.

Dengan begitu, kapasitas silinder bisa dihitung. Stroke standar 54mm naik 12mm, jadinya stroke total 66mm. Menguntungkan karena kondisi bore x stroke berakibat hampir square. Yaitu 66,5 x 66mm. Akhirnya kapasitas silinder jadi 229cc, kalau digenapkan, ya jadi 230cc.

Selain itu ditunjang karakter kem yang dipercaya lebih tangguh mulai dari rpm bawah hingga jarak 500 meter atau pada saat gigi top- speed. Makanya tidak ada jeda ataupun hilang tenaga ketika proses pindah gigi. Bentuknya mengarah ke bentuk profil bubungan yang lebih kurus juga tinggi.

“Lalu beda profil kem jarak 500 dengan 800 meter adalah di tinggi kem standar sama-sama dibikin naik 2mm alias tambah daging. Cuma untuk lebar pinggang, buat jarak 500 meter dibikin agak kurus dari standar. Kalau awalnya 26/21mm, kini dibikin jadi 28/17,5mm diukur pakai sigmat,” lanjut Robby.

"Jujur ini tantangan berat buat saya, karena baru pertama bikin mesin untuk trek pendek. Namun terbukti ubahan mesin untuk jarak 500 meter lebih sulit dibanding buat trek 800 meter ke atas, terutama soal setingannya. Saya pun sampai pusing untuk mendapatkan hasil maksimal lantaran fokus pada ubahan profil kem ini,” imbuh Bontot.

Untuk suplai gas bakar menggunakan karbu Suzuki Shogun Axelo 125 reamer 26mm dengan setingan spuyer 25/112,5. Maksimal diledakkan api busi yang diatur CDI standar Yamaha Crypton di ruang bakar yang pasang rasio kompresi 13,7 : 1.

“Tenaga sebesar itu, kini mesin dipercaya mampu memutar roda belakang yang tetap pasang rasio standar dengan final gir setingan 17/25. Itu khusus setingan buat jarak trek pendek atau 500 meter, lho,” ingat Robby.

Hasilnya seng ada lawan dan katanya memang terbukti. Sebab di pertengahan bulan puasa lalu, motor Jupiter-Z mengkalahkan rival terberat yang cukup disegani di seputaran Jakarta. Menurut Robby, saat itu motornya berjarak setengah tiang lebih di depan motor rivalnya yang bermerek sejenis.

Sayangnya setelah jadi jawara, tunggangan ini vakum dari dunia gemerlap eh, dunia malam lantaran tidak ada lagi lawan berat. "Katanya sih waktu itu ada yang mau ngebal atau main ulang setelah Lebaran. 

Tapi, sampai sekarang kabar yang ditungggu tidak sampai terdengar. Makanya sekarang lagi ngangur nih motor,” papar mekanik bermarkas di Jl. Amal No. 37, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Kini biar Jupiter-Z dapat lawan kembali, dia mengaku pasrah jika ditanya aturan yang kabarnya merepotkan dirinya jika diajak taruhan. Tambah lagi sekarang ini tunggangan dan joki sama-sama digosipkan pakai dukun segala. 

"Biar sama-sama enak, bisa kok pilih atau atur waktu kapan bisanya. Biar fair dan tidak lagi dianggap tidak pakai jampi, rompinya bisa dilepas," serius Robby tanpa bermaksud sesumbar. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Camel 45/90-17
Ban belakang : Eat My dust 60/80-17
Sok belakang : Daytona D Ultimate
Knalpot : Custom
Koil : Mitsubishi
Segitiga : Posh Factory
 

Yamaha Jupiter-Z, Seher Kuat dan Ringan




Eko Chodox mempu juara 3 di kelas 130 cc. Tepatnya pada Mizzle Super Drag Bike Competition yang dipentas dua minggu lalu di Sleman, Jogja. Yamaha Jupiter-Z yang digebernya mampu tembus 8,44 detik. Rahasianya menggunakan seher Daytona.

Piston buatan Daytona ini memang sedang naik daun. Bahkan paling duluan banyak dipakai di road race. “Untuk turun di kelas 130 cc, dipilih menggunakan diameter 55,25 mm,” buka Yusron sang mekanik.

Katanya termasuk jenis piston forged. Sehingga lebih ringan namun kuat. Apalagi badan seher cukup kecil. Sehingga bidang kontak dengan dinding liner jadi sedikit. Otomatis gesekan juga semakin kecil. Membuat power mesin tidak banyak terbuang.

Menurut Yusron, piston ini juga didukung material yang bagus. “Enggak ada yang keropos,” jelas Yusron yang malamnya balap di Tasik, besok di Sleman. Makanya catatan waktunya kurang bagus. Kecapean jokinya.

Padahal Jupiter ini pernah mencatat rekor 8,20 detik. Ketika balapan di Manahan, Solo. Hasilnya juara ke-1.

Kembali ngomong seher yang dibanderol Rp 250 ribuan itu. Harus diperhatikan ring seher bawaannya. Menurut Yusron kurang bagus. “Supaya maksimal dianjurkan gunakan ring merek Riken yang dibeli di pasaran” jelas mekanik yang bicara dengan logat Jowo ini.

Kepala seher juga harus diatur ulang. Supaya rasio kompresi 12,6 : 1 yang dimau bisa tercapai. Caranya dipapas sekalian dibuatkan coakan untuk tonjokan klep. “Supaya aman, pinggir seher dibuat mendem di blok silinder 0,6 mm,” jelas mekanik dari Jl. Raya Tajem No. 64, Sleman, Jogja itu.
Menggunakan klep isap 28 mm dan buang 24 mm diambil dari Honda Sonic. Panjang batang katup dari bos klep 32 mm. Supaya per klep Jepang ketika dipasang tidak terlalu keras. Tidak banyak mengurangi tenaga motor karena gesekan kem dan pelatuk.

Selain itu, rasio dan final gir disesuaikan. Lihat data modif!

Karbu Reamer

Untuk suplai gas bakar, Yusron pilih menggunakan karburator Keihin PE 28. Aslinya diameter venturi hanya 28 mm. Oleh Yusron pilih yang reameran 32,5 mm. Karakter karbu PE 28 memang bagus di rpm bawah. Tidak mudah ngok, sehingga enak untuk akselerasi.

Selain direamer, sudah pasti spuyer juga diatur ulang. Mengikuti cuaca dan kondisi sirkuit. Apalagi selain main siang, kadang main malam juga.

Sebelum pasang karbu besar, korekan di kepala silinder dimainkan. Squish dibuat 9 derajat. Untuk lubang isap dibuat 25,8 mm. Sementara lubang buangnya disamakan dengan diameter payung klepnya yang 24 mm. Pas dipadukan dengan knalpot R9. (motorplus-online.com)

Yamaha Mio, Penyabet Hadiah Mobil



Ini dia Yamaha Mio geberan M. Ramzi yang jawara kelas matic tune up s/d 200 cc. Tepatnya pada seri Day Battle Pertamina Enduro-Pertamax-Corsa-Dragbike garapan Trendypromo Mandira. Finalnya minggu lalu di Kemayoran. 

Yamaha Mio ini juga pernah ditulis MOTOR Plus ketika juara 1 di seri 1 Tasikmalaya pada 27 Pebruari lalu. Tapi, menurut Tomo yang bos Tomo Speed Shop itu, kini sudah berubah. Bahkan sudah menggunakan spek baru yang juga diambil dari Thailand.

Untuk seher, menggunakan ukuran 63,5 mm. Sepintas, seher ini dari ukuran dan bentuknya daimbil dari Honda CBR 150R asli. Terlihat dari 4 coakan untuk alur klep di kepala seher.

Namun diatur ulang dibuatkan coakan baru. Karena di Mio hanya 2 klep. Juga pinggir kepala seher dibuat miring. Supaya tidak mentok kepala silinder. 

Pinggir seher sengaja dibuat rata dengan blok. Supaya menghasilkan power yang maksimal. “Namun supaya tidak mentok head, diganjal paking dari pelat tembaga setebal 0,5 mm,” jelas Tomo yang bermarkasi di Bendungan Jago Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat itu.

Kondisi seperti ini memang halal dipakai di drag bike. Kalau dipakai road race atau harian, bakal tidak tahan. Atau bisa bahaya karena paking bisa ambles dan tabrakan antara seher dan head.

Selain sudah bore up, MOTOR Plus juga melakukan pengukuran stroke atau langkah seher. Kini stroke terakhir sudah 63 mm. Bukan didapat dari penggunaan pen stroke. Tapi, posisi big end digeser keluar. 

Kini artinya stroke sudah naik 5,1 mm dari standarnya. Namun blok silinder tidak dilengkapi paking tebal. Masih menggunakan gasket standarnya. Jadi, kalau dilihat dari luar tampak seperti mesin yang masih standaran.

Bisa tanpa paking tebal karena penggunaan seher CBR 150R yang pendek itu. Teknik ini sudah banyak dipakai mekanik liaran untuk main di kelas standaran.

Nah, dari sana bisa disimpulkan. Seher aplikasi 63,5 mm. Sedangkan stroke akhir sudah 63 mm. Jadinya kapasitas silinder bisa ketahuan. Yaitu mencapai 199, 4 cc. Itu kalau stroke 63 mm pas. Tapi, kalau stroke 63,5 mm jadinya 200,99 cc. Wah?
Lubang Porting Oval

Selain melakukan pengukuran jeroan dapur pacu, MOTOR Plus juga melakukan pengukuran lubang porting. Hasil korekan mekanik Thailand itu teranyata bentuknya tidak bulat. Makanya diameternya tidak bisa dikur. 

Tapi, bisa diakali mengukurnya. Yaitu diukur dua kali. Lubang isap dari bagian terlebar dulu. Yaitu mencapai 28 mm. Sementara bagian yang sempitnya hanya 24 mm. 

Begitupun untuk lubang buang. Pengukuran dilakukan dua kalin juga. Bagian yang terlebar 25 mm. Sementara yang sempitnya hanya 23 mm. 

Angka-angka ukuran lubang porting itu didapat dari penggunaan klep yang sudah lebar. Klep isap digunakan yang berukuran 31 mm. Sementara klep buangnya 26 mm.

Kalau kita analisa, perbandingan klep isap dan buang bukan seperti klep EE. Tapi, sengaja bikin klep sendiri hasil dari modifikasi klep lebar.

Bentuk ruang bakar juga dibikin dome. Namun kompresinya sayang, Tomo tidak melakukan pengukuran. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Rumah puli : Fino
Roller : LHK 10 gram
Kampas CVT : Hi Speed 
Rasio : 15/41
Per CVT     : Standar 



Yamaha Vega, Setingan Ala Road Race



Yamaha Vega oranye ini kencang bermain di trek lurus 201 meter kelas bebek s/d 130 cc 4-tak tune up. Catatan waktu yang diraih dari tiga joki berbeda (Hendra Kecil, Eko Chodox dan Tony Chupank) selalu bermain di 8,2 detik. Ketika bermain di Pertamina Enduro Pertamax Corsa Dragbike Championship 2011 dua minggu lalu di Kemayoran, Jakarta Pusat. Hendra kecil juara 1.

Tak lepas dari ramuan seting ala Jupiter di IP1 (IndoPrix) atau MP1 (MotoPrix) yang sentuh batasan 130 cc. Apalagi, di belakang layar terdapat salah satu mekanik kondang. Yaitu, Haris Sakti alias Mletis. “Ini proyek iseng. Kebetulan ada sedikit waktu,” ungkap pria punya workshop MBK2W di Jogja.

Tunner muda yang punya bakat ini, meracik Vega agar punya power dan torsi besar di putaran bawah. Seperti disebut di atas, seting yang diterapkan tak ubahnya engine buat road race.

"Bisa dibilang, hampir semua part diganti pakai milik Jupiter. Perbedaan paling signifikan ada di rasio,” beber tunner yang juga bergabung di tim Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya itu.

Perbandingan gigi rasio, dibuat lebih berat. Tujuannya, buat mencegah power liar ketika start. Untuk gigi I, main di 14/34 mata. Gigi II, 16/28 mata. Gigi III, tetap pakai standar Jupiter. Yaitu, 21/29 mata. Sedang gigi IV, pilih kombinasi 23/26 agar napas bisa habis sebelum garis finish.

Tapi, belum lengkap rasanya kalau belum bicara dapur pacu! Karena selain rasio, engine juga penentu kemenangan. Mletis andakan piston Daytona diameter 55,25 mm dikombinasi stoke 54 mm. Hasilnya, isi silinder keseluruhan bermain di 129, 1 mm.
Tinggi dome piston dibuat jadi 3 mm. Itu karena head silinder tak terlalu dipapas habis. Ya, cuma 0,7 mm. Akibatnya, perbandingan kompresi yang tercipta melonjak hingga 13,8 : 1. Tentunya, kudu pakai bensol tuh.

Untuk mengejar power bawah agar mampu melesat cepat, magnet Jupiter dipangkas bobotnya hingga tersisa 500 gram. Begitu juga untuk balancernya, bobotnya dibuat sama.

Itu untuk putaran bawah! Tapi, buat kejar putaran atas, tunner yang sukses di dunia road race ini bermain di bagian klep. Pakai klep Honda Sonic, bukan diameter yang dikejar. Melainkan, bobot klep.

Klep isap yang 28 mm, dipangkas bobotnya hingga berkurang 6 gram. Sedang klep buat yang 24 mm, bobotnya dipangkas 4 gram. “Pencapain rpm bisa lebih cepat. Selain itu, bisa pakai per lebih empuk dan bikin kem awet,” kata Mletis sembari bilang durasi kem main di 272º-274º. LSA, sekitar 103º.

Melengkapi kombinasi klep ringan, sengaja tak pilih Mikuni TM 28 mm. Tapi lebih andalkan Keihin PWK 28 mm. “Kotak terlalu spontan. Karena rpm bawah sudah didapat dari part lain. Sedang PWK cenderung main di putaran atas,” tutup pria kelahiran Jogja 1986 itu.

Main-jet dan pilot-jet, diseting agak basah. Yaitu, 118/ 65. Lewat semua seting yang diterapkan, kombinasi final gir 13/31 mata mampu melesatkan Vega ini terus menjadi juara tercepat!  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Eat My Dust 45/80-17
Ban belakang : Eat My Dust 45/90-17
CDI : Rextor Pro Drag
Karburator : Keihin PWK28 mm
Setang : SPS Racing

Kamis, 15 Desember 2011

Yamaha MIO ’07 Pandaan: EKSPERIMEN THOLE


Thole Concept mungkin nama baru di telinga dunia modifikasi, namun setelah ditilik dibaliknya ada nama Subur dari kota Pandaan pasti langsung kenal betul gimana hasil pengerjaan modifnya yang selalu inovatif dengan finishing yang prima. 
Yamaha MIO ’07 Pandaan: EKSPERIMEN THOLE
Yamaha MIO ’07 Pandaan

Di besutan Yamaha Mio keluaran 2007 milik Sofi Panjul ini, dia mulai bereksperimen beda dari gaya racing look yang kini makin mewabah. neo

TRANSFER BODIMemang trend transfer bodi di tahun 2010 ini makin panas saja, nggak cuma  besutan funky, style racing look juga kena dampaknya. Macam di bodi-bodi milik Sofi, batok setang atasnya dipakai milik Honda Beat yang dicoak sisi bawahnya, kesannya makin merunduk dengan setang yang ikut dipotong dan ditekuk. Ekor belakang juga digantikan separuh bodi milik Satria Fu yang lebih ramping dan mengerucut.

RANGKA BOLONGBagian sasis memang kebanyakan cenderung hanya dicat dengan kelir cerah, buat Subur mesti beda. Sisi ini dibuatnya berlubang-lubang dengan mata bor besar. Kesannya ingin dibuat seringan mungkin, bahkan bibir pelek Rossi ikut dilubangi.

SUSPENSI Sisi bawah nggak kalah seru, tabung sok depannya dicustom dari tabung standart. Modelnya ditambah daging dengan bahan besi yang dibubut. Bagian bawah dibuat kotak sedang atas diukir lagi dengan bentuk ulir sepintas mirip tabung USD. Buat belakang monosok YSS milik Satria dibuatnya rebah, dudukan dipakai sasis yang diubah makin ke bawah.

INOVASI CAKRAMPiringan cakram belakang nggak lagi ditempatkan di dalam rumah CVT, namun ikut rumah gardan luar. So rumah CVT mesti dipotong separuh agar makin menonjolkan kesan bersih dan ringan, apalagi tromol belakang ini diambil milik tromol depan sepeda yang ukurannya lebih kecil. Trend pasang cakram diluar ini idenya emang dari negeri Thailand.        

SPEK MODIF
SOK DPN: Custom, CAKRAM: Tiara, TROMOL: Handmade, SOK BLK: YSS, PELEK: Rossi, BAN: Swallow 200/17, RANGKA: Lubang, KEDOK: Honda Beat, BURITAN: Satria FU, PENGAPIAN: Rextor Program, OIL COOLER: Custom, KNALPOT: AHRS, TANGKI: Custom, STANG: Custom, STABILISER STANG: TacoBell, GAS: Magura, AIRBRUSHER& MODIFIKATOR: Thole Concept (Yan Motor) Jl. Patung sapi Pandaan 087852844282,



Yamaha MIO ‘07 Semarang: WUUSSS…..NGEBUT KAKI’NE


Koki dan adu kebut ternyata bagi Ariph Jekohova nggak ada bedanya. Kok bisa ?. Yup, seperti yang dibincangkannya antara koki dan balapan sama-sama ngerjar tarjet cepat dengan hasil memuaskan. 
Yamaha MIO ‘07 Semarang: WUUSSS…..NGEBUT KAKI’NE
Yamaha MIO ‘07 Semarang

“Kalo koki jika banyak pengunjung kan juga harus ngebut menuruti pesanan pembeli,” buka pria yang sebagai juru masak di rumah makan Kantil 99 ini.

Karena hal itulah transportasi sehari-harinya juga dibikin kuda besi karapan lurus alias ala drag style. “Kalo berangkat kerja kan juga bisa ngebut,” kekehnya. Maka itu pria yang akrab disapa Ambon ini bergegas teken kontrak dengan X-Co Auto Paint untuk pengerjaannya.

Utamanya sektor baju langsung ditelanjangi hanya menyisakan batok setang, panel dan buritan untuk disembur warna dasar putih. Sebagai penghiasnya dilabur corak bendera start dan grafis simple pada Mio langsiran 2007. “Identitas 99 pun tak luput diditorehkan” papar Eko sang modifikator.

Mengejar kaki cungkring bak pacuan karapan berkat disokong pelek Comet dipercayakan balutan ban Swallow 60/90-17. Hasil akhir, daleman mesin doi cukup mencangkok piston GL Max ditambah pengapian dari Rextor. Raungan suarapun dihasilkan gas buang dari cream pie. “Mau berangkat kerja atau masak kini siap ngebut” bilang personil M2B (Motor Modified Bandungan). | wahyu

SPEK MODIF:CAT/CLEAR : Blinken, BATOK SETANG : Nouvo Z, PELEK : Comet, BAN : Swallow 60/90-17, PISTON : GL Max, PENGAPIAN : Rextor, KNALPOT : Cream Pie, KROM :  LIK, Kaligawe, Semarang.  MODIFIKATOR : X-Co Auto Paint, Jl. Tirtomoyo no.60 Bandungan, Semarang TELP : 085641815517


Honda Supra '03 Jogjakarta: RACING TRANSFER BODY


A. Eryawan dengan Honda Supra berani berkreasi dengan sedikit sentuhan transfer body pada body work modifnya yang jelas-jelas mencomot tema Racing Look. 
Honda Supra '03 Jogjakarta: RACING TRANSFER BODY
Honda Supra '03 Jogja

"Dengan model modif racing look trik transfer body tak terlalu rumit karena pada hakekatnya kan gaya racing adalah semi naked bike," dalih cowok bersapaan Tompo ini.

Tak ayal setelah kuda besi ditelanjangi doi cukup adopsi kedok depan Yamaha Mio dan body cover buritan dari Honda Vario. Aksi ini tentunya juga diimbangi dengan pewarnaan pada rangka dengan kelir ngejreng merah candy. Kaki-kaki full mothai style dengan berbagai pernik full variasi seperti bottom depan Posh yang tampil ciamik dengan cakram depan TDR.

Pada belakang doi masih berkutat pada tromol namun untuk penyokong kaki-kakinya telah di-up grade dengan sokbeker Ride It dan lengan ayun Super Track. Pernik ala racing dilanjut dengan oil cooler Posh, karbu Koso 32 mm, dan juga stabiliser Daytona yang kesemuanya ini makin meriahkan sektor mesin yang juga dilabur kelir pelangi.

Terakhir, trans cover body makin sempurna dengan pewarnaan hitam dan hijau pupus dari cat dan clear Sikken. "kontrasisasi dari hijau pupus difokuskan pada coakan body untuk memperkuat detailnya," tutup cowok kelahiran Sleman, 26 September 1986 ini. dnr

SPEK MODIFSOKBEKER DPN: Posh, SOKBEKER BLK: Ride It, SWINGARM: Supertrack, CAKRAM DPN: TDR, PELEK DPN: Ride It 17, PELEK BLK: Zipp, BAN DPN/BLK: Duro 70/80-17, KEDOK DPN: Mio, BODY BURITAN: Vario, FOOTSTEP: Yoshimura, STEERING DUMP: Daytona, CAT/CLEAR: Sikken, MODIFIKATOR: Yudha Modified, Jl. Solo (blk Hotel Quality) Jogja


Yamaha MIO ’07 Ambarawa: GAYA THAI, STYLE AMRIK, TASTE INDO


ggak salah bila Kinkin yang tercatat sebagai member IM3 Ambarawa pun menginstal trend racing look ke Yamaha Mio miliknya. ”Modifikasi ala mocyc (motorcycle) Thailand emang lagi digandrungi di tanah air tetapi harus tetap mengedepankan kreatifitas khas anak negri, dong !” cerocosnya.
Yamaha MIO ’07 Ambarawa: GAYA THAI, STYLE AMRIK, TASTE INDO
Yamaha MIO ’07 Ambarawa
Bersama pasukan modif IM3, Kinkin mengeksekusi motor rakitan 2007 ini full telanjang dan menonjolkan aura drag bike dengan mengaplikasi wheelbase cekak, jok minim, stang merunduk abis serta memberikan keunikan tersendiri pada pemasangan wheelie bar yang condong ke drag bike American Style.

So pasti tetap ada unsur keindahan dengan saputan airbrush cerah mencolok di sekujur rangka serta bodinya. Leburan brush garapan AND Modified Salatiga ini juga nggak asal semprot, yakni dengan mengedepankan sisi kreatifitas grafis tribal minimalis dan detail rumit dengan warna dasar kuning mencolok yang makin cuilong setelah dilapis clear Spieshecker 2 lapis.

Beralih ke bagian under carriage, Kinkin mendandaninya dengan aseso racing, seperti pelek V–shape 17 inchi dibungkus karet mulus slick untuk menegaskan aura drag bike.

Dapur pacu juga diup grade abis-abisan. Kapasitas mesin didongkrak jadi 200cc mencangkok piston milik Honda Tiger disembur karbu bawaan NSR SP. “Terakhir disulut pengapian racing milik Mithsuba ber CDI Rextor, oil cooler hingga knalpot racing CLD,” tutupnya. | andre

SPEK MODIFSok dpn/blk : Trusty/YSS,  Tromol : Trusty, Piringan cakram : Ride It, Knalpot : CLD, Master/kaliper : Brembo, Cat/clear : Spies Heaker,  Modikator : IM3 Manohara Gila Balap Ambarawa, Airbrusher : AND Modified Jl.Pondok Salatiga


Yamaha Mio Sporty ’08 Malang: BERBUKA DEMI CINTA




Yamaha Mio Sporty ’08  Malang: BERBUKA DEMI CINTA

Power of love emang jadi pematik semangat paling canggih, ini dibuktikan oleh Agung Belonx yang saking sayangnya sama yayang Karin, doi rela merogoh kocek gede demi membangun maskot keren motor racing style yang buka-bukaan didemeni sang belahan jiwa.

Aksi modif jebolan SMK PGRI 2 ini all out hingga jeroan dapur pacu. Berbuka baju pamer rangka so back deck flat, floor board serta under seater cover dibuang jauh-jauh.
Yang tersisa hanya tail body serta dada yang kini digagahi dada New Mio dengan penyipitan lampu ala Jap’s style, makin pas dengan aplikasi spatbor depan langsing hasil modifikasi spatbor Beat.

Mengompakinya, stang dibikin menekuk tajam dengan dibalut kover kedok Nouvo Z. “Stangnya aku pasangi stang BMX lengkap dengan riser alumuniumnya,” imbuh warga Jl.Kyai Parseh Jaya 29 Buring Malang.

Urusan kaki-kaki, Belonx menggaulinya dengan menebus pelek almu spoke wheel terbaru from Gajah Putih berlabel DBS lengkap dengan lingkar ban extra cekingnya.     

Sukses menata perform luar, Nanang Dayak Biru Airbrush dikomando melakukan proses pembalutan ulang pewarnaannya dengan teknik airbrush yang sukses merilis konsep racing 3D berkat tatto bendera start yang dibuta seolah-olah berkibar dengan gelap terang sempurna berkesan realis. Makin hot rangka totalnya dibilas warna orange dengan tatto tengkorak monokrom.

Mengimbangi garangnya tampang bodi, dapur pacu kontan diobrak abrik oleh mekanik andalannya, Sulistiono from Byan Motor. Piston dijejali milik Tiger berdiameter 64,5 lengkap dengan bureng silindernya.

Stang piston distroke 2,5 mm yang diback up gubahan klep membesar cangkokan Tiger, pembubutan magnet 1,5 mm, ubahan knoken as in 250 & out 225 serta pemasangan karbu PE 28. Brum-brum. tito

SPEK MODIF
KEDOK : Nouvo, DADA : New Mio, STANG-RISER : BMX, VELG : DBS, BAN : Swallow & Comet M1, KNALPOT : By Sikin, MONOSOK : YSS, ROLLER CVT : Beat, PER CVT : Kitaco, BRUSHER : Nanang Dayak Biru Airbrush Jl.Bayam Bumiayu Buring Malang, MEKANIK : Byan Motor Jl.Hamid Rusdi Kav.8 Malang by Sulistiono, MODIFIKATOR : By Dewe (085755720013)

Honda Karisma ’08 Malang: SERUNYA IMAJINASI LIAR




Honda Karisma ’08 Malang: SERUNYA IMAJINASI LIAR


Puas menancapkan prestasi gemilang di beberapa ajang otokontes di kelas funky bareng Honda Karisma ceplokan ’08, kini Satria Dharma menerjuni sengitnya pertempuran modif beraliran Racing Style.

“Lebih seru coz butuh imajinasi modif tinggi dalam menggabungkan karakter garang dengan pemilihan tepat finishing serta piranti asesonya,” lugas usahawan muda ini.
Tentunya proyek anyar ini, doi menggandeng kreator tangan kanannya, Lugito Champion from Landungsari Malang.

Nggak tanggung-tanggung, rangka sub frame ditebas sana-sini demi mengejar konsep ringkas sesuai pakem racing style. Tepat di antara pilar rangka ekor, sebatang monosok dipancang ala pro link merebah bermuara pada pilar depan knock down dudukan seater berpapan mika tebal.

Stang didesain ringkas mencangkok riser serta stang sepeda gunung berbahan alumunium billet yang makin garang bareng pemasangan front start number berbahan mika.

Dongkrak kegarangannya, pasangan kaki-kaki didesain nyeleneh sekaligus inovatif. Nyeleneh berkat komposisi pelek palang depan serta pelek jeruji buritan. Nyeleneh coz palang depannya ditebas tiga ruas menyisakan tiga palang saja, sementara itu di lingkar buritan, tromol setnya dibikin dewe dengan hanya digawangi sekeping lingkar tromol pengait jeruji saja.

“Pelototin juga tuh dapur pacunya, mantab bareng cangkokan silinder set GL Neotech lengkap bareng karbu Keihin 28 serta pengapian BRT dan Kitaco,” lugas Satria yang menutup aksinya dengan melabur warna mencolok di sekujur bodi dengan warna ngejreng. tito/adt

SPEK MODIF
FORK : Custom, VELG : Rossi & Sprint Custom, MONOSOK : Pro Link Jupie MX, STANG-RISER : MTB, FOOT STEP : Yoshimura, KNALPOT : Free Flow, GAS : Daytona, STABILIZER : Laytona, MODIFIKAOR : Loegieto Modified, Jl.Tito taruno Gg.VIII/20 Landungsari Malang (085649982553)

Yamaha Mio Sporty ’07 Sidoarjo: TRY & ERROR




Yamaha Mio Sporty ’07 Sidoarjo:  TRY & ERROR

Perkembangan trend modif racing style Gajah Putih makin meroket di kalangan modifmania juga meracuni mantan jawara otokontes kelas matic fashion, Bambang Adis Stiawan from Sidoarjo.

Mengandalkan maskot Mio Sporty ’07, kini nggak tampak sisa-sisa kecantikan sosok fashion maticnya coz digusur penampakan garang sosok racing Thai style. “Try and error udah aku rasakan dalam membangun maskot ini, so intinya emang harus pandai-pandai memilih part aseso racing, mengcustom part detailnya serta mengkomposisikannya dengan pewarnaan yang pas,” lugas penyaku KTP Lemah Putro III/921 Sidoarjo ini.

Batang-batang rangka tubularnya langsung dicoak-coak lubang berbagai diameter, lantas stang disetting menjuntai ngedrop dengan diakali bareng aplikasi riser stang mountain bike serta stang custom.

Berikutnya, Bambang pun segera memancang tail body eks Revo custom yang dikombinasi moncong depan dari potongan tajam dada Mio orsi lengkap dengan kedok kover stang rujukan Nouvo.

Dukung keindahan, kaki-kaki nggak sekedar diperbesar diameternya, namun juga disentuhi ragam detailisasi seperti penggerusan penampang pelek U-shape, pengguratan batang bottom, pencoakan total tromol buritan serta aplikasi cakram kiri eks. Ninja di lingkar kaki buritannya.

Makin sempurna, kala full body berlabur warna grafis bertema Shell-nya dikombinasi pemasangan papan seater akrilik bercoak total serta aplikasi ragam part racing Gajah Putih yang tergolong up to date ‘n full branded. tito/adt

SPEK MODIF
FORK : Custom Freish, DISC DPN : TDR Racing, DISC BLK : Ninja, KALIPER : Brembo, SOK BLK : YSS Racing, VELG : TDR U-Shape, BAN : Swallow & V-Rosi, KARBU : Koso, CDI : Rextor, STABILIZER : Marathon, MODIFIKATOR : Tanggulunan Sidoarjo (081330001088)

Yamaha Mio '06 Semarang: RAPI JALI BEJIBUN PART

Bandungan terkenal sebagai kota dingin, sedingin tangan Andi Tembong dan para punggawa Police Women mempermak Mio keluaran 2006 ini. Berkolaborasi dengan Keke Paint, yang bolak-balik jawara ngontes, 

Mio ini dialiri beragam pernak-pernik pemikat hati para modifikator yang cinta mati racing look. Harus diakui, Mio ini jadi lain daripada yang lain. Kombinasi warna yang dipakai juga gado-gado. Beragam warna digaet di sini. Meskipun bidang body agak minim, karena profil drag bike dibuat telanjang. 

Namun, warna yang disembur dari oplosan cat Spies Hecker ini terasa seperti mejikuhibiu. Malah berkesan candy inside. Satu bidang bodi atau part bisa nangkring beragam warna, tersentuh hingga part nyentrik macam pelek DBS ataupun rangka utama. 

Dari hitungan modify, tak ada lagi part yang disisakan. Roda-roda sudah digawangi asesoris terbaru, dari pelek, ruji plintir hingga ban cepak. Suspensi pun sama, kombinasi tabung sok X-Speed dan sok YSS. Cakram dibuat model wave buatan Ride-It, lengkap dengan kaliper Brembo. 

Di balik mesin, nancep banyak part keren, seperti karbu PE, intake TDR hingga pengapian Rextor. Beragam aseso lain juga dipinang, macam oil cooler Kitaco hingga stabilizer setang. Meski terbilang bejibun, penempatan variasi dibuat seringkas mungkin sehingga terkesan rapi dan tak asal pasang. 

Didukung rangka dan konstir yang agak ditekuk, profil motor ini pun jadi agak pendek. Apalagi, handlebar model tekuk hingga dimensi rapat, tak lagi mengapit enak buat melibas tikungan, tapi cukup stabil untuk menghajar trek lapang 201 meter, tepat di bawah arena kontes. Manstab ! punk/tito/bot

SPEK MODIFYSOK DPN ; X-Speed, CAKRAM DPN ; Ride-It, MASTER / KALIPER : Ride It / Brembo, TROMOL : Trusty, SOK BLK ; YSS, PELEK DPN / BLK ; DBS 140/160-17, BAN DPN : Swallow Drag Blaster 80/80-17, BAN BLK ; Comet M1 60/90-17, ENGINE : Korek harian, PISTON / KRUK AS : GL-Max, KARBU : PE 28mm, INTAKE : TDR, PENGAPIAN ; Rextor, KOPLING : Kitaco, OIL COOLER : Koso, KNALPOT : Kawahara Racing, GAS SPONTAN ; Bungbon, EPOXY / CAT / CLEAR : Spies hecker, BRUSHER ; Rief airbrush, MODIFIKATOR / CLUB : Keke Paint Modified / CTPM.Yamaha Mio '06 Semarang: RAPI JALI BEJIBUN PART

Yamaha Jupiter Z 2007 Sidoarjo: PROGRES KEEMPAT


Yamaha Jupiter Z 2007 Sidoarjo: PROGRES KEEMPAT


kalian penikmat modifikasi, jelas anda akan mengenali motor yang satu ini. Ini merupakan motor pertama karya Budi pemilik padepokan Budhienk Modified. ”Saat itu hasil karya terpampang dicover Otre sehingga membuatku tersanjung,” ungkap Budi.

Walau telah mengalami sentuhan modifikasi sebanyak 4 kali, namun Budi nampak tak jenuh untuk meresto ulang Jupie Z ini. Kiblat modifikasipun masih ke aura mothai yang hasil kreasi modifikasi oke buat harian.

Untuk pengerjaan pertama maka Budi mengubah corak warna. Hasilnya bodi yang semula putih diguyur cat Galaxy orange berikut dilindungi pernis Galaxy. Agar tak terkesan polos bodi samping dikreatifi.

Hasilnya coakan dan paduan striping nampak khas drag look ala mothai.” Desainnya merupakan konsep motor masa depan,” jelas pemilik padepokan Budhienk Modified.
Kaki-kaki depan nampak memikat setelah selongsong sok depan dicustom.

Caranya sok depan Mio dipris (sebutan mengkreasi sok) dengan bantuan alat bubut. Agar matching maka desainnya disesuaikan.” Ketimbang beli baru mendingan pake limbah Mio yang dipasaran 50 ribu rupiah,” bisik Budi yang merogoh kocek Rp. 100 ribu untuk mencustom selongsong sok.

Belakang tak kalah serunya dengan kaki depan setelah tromol didesain mirip Trusty. ”Biayanya cukup 200 ribu aja,” buka Budi. Caranya mengkonsepnya tromol merujuk milik becak dilas kiri kanannya untuk dudukan gir dan cakram.

Soal panjang disesuaikan dengan ukuran Jupie namun yang perlu diperhatikan adalah balancer girnya. ”Terpaksa aku tak memakai karet untuk peredam hentakannya. Cuman buat kontes aja kok !” tutur modifikator melankonis yang berponsel Blackberry bernomor 085730700001.  | cand

SPEK MODIF 
PELEK : TDR, BAN : Speed Owen, SOK DPN : custom, SOK BLKG : YSS, SWING ARM : Moto R, TACKO : Daytona, GAS SPONTAN : Daytona, MASTER REM DPN : Brembo, RPM : Tackometer, HANDPAD : Playlife, CAT : Galaxy, VERNIS : Galaxy, MODIFIKATOR : Budhienk Modified, Raya Tenggulunan, Larangan-Sidoarjo. Telp. 085730700001.

Honda Vario ’07 Purwodadi: PALING UP TO DATE



Honda Vario ’07 Purwodadi: PALING UP TO DATE
Honda Vario ’07 Purwodadi



Saling kejar tampilan racing style terbaru dan paling up to date kini ada di benak Amin Fauzan yang enteng disapa Ucil. Maklum dia baru tobat main balap liar, ”Tobat deh main kebut-kebutan di jalanan, mending ngikutin kontes modif lebih aman dan gak kalah kreatif,” ujar cowok asal Purwodadi ini yang bangga telah menyabet piala bergengsi juara 1 kelas racing style di kontes terbesar di Indonesia, HOCS 2010.

2 BENGKEL
Buat nunjukin eksistensi seorang pembalap jalanan yang kini udah tobat, Ucil terus belajar trend racing look yang kerap menang di kontes. Selanjutnya menggandeng dua bengkel modif yang punya spesialis dewe-dewe. Urusan modifnya dikerjakan ke Tac-Tic Custom sedang pengerjaan finishing diserahkan ke Rief Airbrush, ”Yang pasti atraktif dan punya sentuhan custom dibeberapa bagian,“ triknya.

CUSTOM MADE
Buat tampil unik, trend mengkreatifi tabung fork depan yang Otre gagas langsung dicaplok. Tabung fork depan ini dibubut mengikuti model tabung fork aftermarket model pir di luar. Dinding tabung fork ini dikurangi dagingnya hingga makin nampak kecil, lantas di ujung bawahnya dibubut model garis-garis nampak seperti ulir pir. Terakhir tinggal di krom agar tampil bersih.   

RODA CUSTOM
Tampilan unik lain dilakoni di tromol belakang, dipasang tromol ukuran mini yang dibikinkan sendiri. Ditambah lagi dengan piringan cakram berukuran mini juga. Nggak kalah custom dinding pelek dilubangi lantas ditopang dengan jeruji model pelintir ala mothai yang sudah jadi langganan pasang penyuka tampilan drag racing.

WARNA ISTIMEWA
Pewarnaan juga jadi istimewa, motif grafis dan paduan warna pink dan kuning nggak menyurutkan kesan sportnya yang garang. Rief Airbrush faham mengolah warna-warna stabilo hingga menyambung sempurna. Efek logo spido juga jadi penghias Vario berbodi Beat dan Revo ini. Pantas kini Ucil jadi pemburu kontes dimanapun diadain!   neo/fey

SPEK MODIF:SOK DPN: Custom, CAKRAM: Brembo, KALIPER: Brembo, TROMOL: Trusty, SOK BLK: YSS, PELEK: Azura 120x17, BAN: Swallow Drag Blaster 200x17, KEDOK: Beat, BURITAN: Revo, KARBU: Koso 28, CDI: Nagata, KNALPOT: R9, STANG: Custom, STABILISER: Daytona, WARNA: Stabilo, BRUSHER: Rief Airbrush Semarang, MODIFIKATOR: Tac-Tic Custom Purwodadi 0852258520281

Yamaha Jupiter Z '07 Sragen: LOOKS FRESH, ENGINE GRESH



Yamaha Jupiter Z '07  Sragen: LOOKS FRESH, ENGINE GRESH






DIC Custom yang biasa dikenal di Sragen sebagai bengkel speed tune up di arena drag bike ataupun road race ikutan mengapresiasi trend anak muda ini. Adnan yang tergabung dalam otomania Moe-sick's Sragen membawa Yamaha Jupiter Z-nya ke bengkel ini tak hanya dioprek mesinnya namun juga tampilan luarnya.

Bore up mesin dengan piston Tiger lantas diimbangi dengan kucuran kabut bahan bakar dari karbu PE 28 mm. CDI BRT dan knalpot HRP masih jadi idola kaum speed freak. Selanjutnya langkah mempercantik luaran dilakoni pertama dengan tabung sokbeker depan SRK dan sokbeker belakang Yoshimura. Lengan ayun Supertrack menutup semakin memperkokoh bangunan kaki belakang.

Kaki mungil didapat dari sepasang pelek TDR 17" yang depan memakai ukuran 1.40 dan belakang 1.60. Stang kemudi BMX yang didandani dengan handle Ride It dan gas spontan Daytona juga membawa aura racing look tersendiri. 

Apalagi dengan tambahan wheelie bar pada buritan membawa roh racing look bergenre drag bike ini ke arah mothai. Penegasan ini makin kentara saat body cover yang tersisa lantas dicorat coret dengan grafis warna-warni. | dnr 

SPEK MODIFSOKBEKER DPN: SRK, SOKBEKER BLK: Yoshimura, SWINGARM: Supertrack, CAKRAM DPN: Ride It, PELEK DPN/BLK: TDR 17", KEDOK DPN: Mio Soul, STANG: BMX, STEERING DUMP/GAS SPONTAN: Daytona, CAT/CLEAR: Spies Hecker, MODIFIKATOR: DIC Custom Srage

Selasa, 06 Desember 2011

satria Fu jogja '08:sweet ayago

Mengikuti trend modiflover Jogja yang biasa kumpul di bengkel VIP Custom, Wildan Fendher pun ikutan bermain sweet elegant pada Suzuki Satria FU yang biasa diajak jalan keseharian. 

"Makanya, berhub
Suzuki Satria Fu '08  Jogja: SWEET AYAGOung motor daily use untuk modifikasi cukup simpel aja, yang penting bisa narik perhatian cewek," dalih cowok bersapaan Wildut ini. Alhasil untuk modifikasi aseso doi cenderung pada perangkat simple namun tetap bisa aksi.

Seperti pada kaki depan doi hanya jejalkan tromol dan sekaligus cakram variasi Ninja. Menuju pada kaki belakang, cukup standar pabrikan saja. Untuk kamuflase-nya doi labur per monosok dengan kelir putih agar seakan bergaya variasi. 

Pengaspal jalanan sedikit 'berani' dengan meminang sepasang pelek almu TDR 17". Untuk sepatunya dipilih Swallow 60/80-17 di depan dan Comet 60/80-17 di belakang.

Warna-warni elegant didapat dengan laburan cat candy pada sekujur rangka dan bodi cover. Pada rangka doi cenderung pada warna orange candy, sedangkan pada bodi lebih sreg dengan warna merah candy. 

"Cat aku pake Lesonal untuk ditimpa dengan clear Sikkens seri MS," tutur doi. Untuk unsur elegant-nya tentunya didapat dengan lapisan krom pada seluruh sektor kaki-kaki hingga detail seperti pada kedua kaliper cakram depan dan belakang. | dnr

SPEK MODIFCAKRAM DPN: Ninja, PELEK DPN/BLK: TDR 17", BAN DPN: Swallow 60/80-17, BAN BLK: Comet 60/80-17, CAT: Lesonal, CLEAR: Sikkens MS, MODIFIKATOR: VIP Custom. Argomulyo, Sedayu, Bantul, Jogja.

Satria FU pekalongan ,: club bisa ngaca


Begitu Remot chapter Pekalongan kembali eksis lagi, Wawan salah satu pentolan Remot Pekalongan ini tak mau kalah lebih eksis lagi dengan membangun kuda besi modif dengan basic Suzuki Satria FU.

Sosok sporty ala ayago bukan sebuah kendala guna dijejali konsep modif elegan kinclong agar senafas dengan identitas otomania yang berinduk di kota Solo ini. "Memang kesannya agak gado-gado antara tampilan elegan resik dengan racing look, tapi utamanya kan tetap berpedoman pada performa universal resik aja," bilang doi.
Suzuki Satria Fu '09  Pekalongan: SE-KLUB BISA NGACAAura racing look tadi muncul dari pilihan tukar guling dari pelek palang pabrikan ke pelek almu TDR U Shape 17". Langkah menanggalkan sebagian besar bodi cover selain sebagai ruang pamer rangka dan tangki yang telah di krom juga dapat dijadikan memunculkan sosok racing look style masa kini.

Kaki depan semakin seksi dengan cakram lebar PSM. Sedang di kaki belakang cukup up grading monosok YSS dengan ciri khas kelir merahnya. Untuk dapatkan keserasian universal lumayan kontras, warna merah kembali dimunculkan pada blok mesin.

Pewarnaan krom plastik pada body cover dipilihan warna candy hijau muda. Setelahnya tentunya laburan krom pada 75% perangkat logam pada sekujur kuda besi rakitan tahun 2009 ini. | dnr

SPEK MODIFCAKRAM DPN: PSM, SOKBEKER BLK: YSS, TROMOL DPN: Trusty, PELEK DPN/BLK: TDR U Shape 17", BAN DPN: Comet 2.00-17, BAN BLK: FDR 2.25-17

Susuki Satria FU 200 versi Bolang


Bukannya Bolang yang suka berpetualang di alam bebas, Bolang satu ini paling doyan berpetualang modif. Yup...menamakan diri sebagai Bolangnya Momo Evolution from Mojokerto, doi doyan banget ngutak-atik tongkrongan motor hariannya berwujud Suzuki Satria FU.

Dari markasnya di Kauman Mojosari Mojokerto, kali ini Bolang sengaja meluncurkan motornya ke painter andalan klub, Simon Paint. ”Aku ngidam banget sosok ngetrend Racing Style yang lagi jadi idola,” ungkapnya. Karuan saja, obsesi ini lantas ditindak-lanjuti punggawa Simon Paint dengan meresto total penampakan FU lansiran ’08 ini.
Satri FU ’08 Mojokerto: PETUALANG MODIF Rangka ditampakkan total dengan menghajar body set menyisakan tail unit, spatbor set serta potongan tail body. Lantas total pewarnaannya digubah dinamis dengan gradasi warna kuning-ungu-biru yang dipermanis selingan grafis di beberapa sudut bidangnya. ”Tak terkecuali engine, juga aku request tuk diwarna pula biar kompak sama bidang kalter full kromnya,” tunjuk Bolang.

Mendukung tema, kaki-kaki ikutan digubah dengan aplikasi set karet roda ceking berkawinan set pelek almu yang dipancang tromol unik. Sisi depan cukup mengadopsi tromol variasi CNC, sementara itu  buritan pake tromol custom ala dirt bike style yang menggabungkan dua keping lingkar dinding tromol yang disatukan las almu lantas sisi kanannya difungsikan sebagai dudukan disc cakram. | tito/adt

SPEK MODIF
TROMOL DPN : Trusty, VELG : DBS, BAN : Swallow & Comet, STANG : Ride It, GAS SPONTAN : KTC, FUEL FILTER : KTC, CAT-CLEAR : Suzuka-Sikkens, KROM : AB Krom Bangil, BRUSHER & MODIFIKATOR : Simon Paint, Ngoro Mojokerto (087856516865)

ANEka Foundation FU


Suzuki Satria FU Sidoarjo: DELTA RACING 
Trio Satria FU ini bukan hasil kreasi anak negeri gajah putih. Melainkan seni modifikasi anak Indonesia yang sedang demam modif motor bergaya mothai. ”Tongkrongannya membuat Satria FU lebih keren dan galak,” ujar Alvian pemilik Satria FU warna merah. Hasilnya sosok bebek sporty kian menampakkan aura racing yang kental. | chand

SATRIA FU 2009 SURYASebenarnya niat Surya Rachmad cukup simple. Punya motor yang gaul dan bisa buat mejeng. Namun karena trend modifikasi motor kontes sedang semarak di kota Delta, Sidoarjo maka sekujur bodi dan sasis Satria FU dicat ulang.

Bodi nampak memikat setelah didesain duo tone dengan sasis dicat Danagloss berwarna kuning tua dan bodi biru metalik. Agar hasil pengecatan tahan lama maka dipercayakan pada pernis Galaksi.

”Sesuai tema racing look maka bodi ditrondoli sehingga bergaya mothai,” tutur Surya yang dibantu modifikasi oleh crew Satria Club Sidoarjo. Kaki depan kian keren setelah selongsong sokbreker didietkan lebih tipis ke tukang bubut.
Suzuki Satria FU Sidoarjo: DELTA RACING
Satria FU Sidoarjo: DELTA RACING
Point plus ada di pelek yang jerujinya dicustom model silang. ”Pengerjaannya kuserahkan ke bengkel setel pelek KH Mukmin berpadu dengan pelek almu DBS berikut ban Dragblaster depan belakang,” ungkap lajang yang bermukim di kawasan Desa Kepadangan, Tulangan, Sidoarjo.

SPEK MODIF
PELEK : DBS, BAN : Dragblaster, SOK DPN : custom, KEMUDI : jepit, CAT : Danagloss, PERNIS : Galaksi, MODIFIKATOR : Satria Club Sidoarjo (SCS)

SATRIA FU 2007 IFAN Impian yang tertunda itulah pengalaman diri Moch. Ifan pemilik Satria FU kelir ungu yang dikombinasi seni grafis. “Sejak kemunculan pertama di tahun 2006 aku udah naksir berat, akhirnya ortuku membelikan wah sumringah banget !” celoteh lajang yang bermukim di kawasan Sawocangkring, Sidoarjo.

”Sesuai dengan impianku, motor kupermak modifikasi di gerai HR Coll,” bisik Ifan. Kreator modifikasi yang bermarkas di kawasan Desa Bacirongengor, Wonoayu, Sidoarjo langsung menjamah sektor bodi dengan warna ungu violet dikombinasi grafis.
Bodi ungu, Heri Coll malah mengawinkan dengan rangka warna coklat Danagloss berpernis Blinken. Pelek DBS depan belakang dibungkus ban Swallow dan Mizzle ditemani tromol Trusty. ”Akhirnya mimpi punya Satria FU gaul bukan isapan jempol,” kekeh Ifan yang telah merogoh kocek Rp. 3,5 juta.

SPEK MODIF
TROMOL DPN / BLKG : Trusty, PELEK : DBS, BAN : Swallow, Mizzle, CAT : Danagloss, VERNIS : Blinken, MODIFIKATOR : HR Coll, Desa Bacirongengor, Wonoayu, Sidoarjo. Telp 085731228448, 03171014837.

SATRIA FU 2007 VIAN Vian punya tujuan lain dengan Satria FU-nya ini. Bodi ditrondolin dikawinkan dengan bodi lain so pasti menonjolkan kekarnya mesin 150 cc khas FU. “So mesin aku cat dengan warna merah bareng krom dan sirip hitam biar lebih mencolok lagi !” kekeh Vian.

Aura racing style didapat banget dengan hilangnya minimnya bodi. Lajang yang bermukim di Desa Sidodadi, Candi-Sidoarjo ini memasang batok depan Mio dibarengi dada Mio yang udah dipotong-potong dan dihiasi kawat.

Untuk bodi buritan, Vian tetap pake bodi standar bawaan FU yang dilubangi berbagai ukuran di beberapa bagiannya menonjolkan aura balap. “Bodi dicat merah Suzuki dikombo ama rangka warna kuning cat Danagloss dan dilindungi pernis Galaksi,” tuturnya.

Kaki-kaki cingkrang ciri khas motor balap mengadopsi pelek TDR U shape berjeruji dipegang tromol depan belakang Trusty dan dibungkus ban karet Dragblaster. Sokbreker depan jadi lebih gaul setelah sok depan dicustom fris oleh tukang bubut.

Agar nuansa universal kian memunculkan aura elegan maka beberapa bagiannya disentuh aura krom karya Desa Putat, Sidoarjo. | cand

SPEK MODIF
SOK DPN : custom, PELEK : TDR Usape, BAN : Dragblaster, KEMUDI : setang jepit, HANDLE : Ride It, MODIFIKATOR : Satria Club Sidoarjo (SCS).